NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari SelatanReligiSosial & Budaya

Miras Bunuh Orang Asli Papua

2 Mins read

RANSIKI- Di awal tahun 2019 ini, Pemerintah Daerah dan warga Kabupaten Manokwari Selatan (mansel), berkomitmen untuk memerangi minuman keras (miras) di daerahnya.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP) Papua Barat, Pdt Shirley F.A Parinussa Siagian S.Th, mengajak seluruh masyarakat, pejabat daerah, TNI dan Polri untuk bergandengantangan berani melawan dan memerangi peredaran minuman keras (Miras) di Tanah Papua.

Hal itu disampaikannya pada Pdt Shirley pada puncak Ibadah Syukur Natal dan Tahun Baru 2019 yang diselenggarakan Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) di panggung hiburan depan kantor bupati Mansel di Ransiki, Kamis (10/1).

Menurutnya, telah banyak kasus kematian hingga kriminal maupun kekerasan dalam rumah tangga yang lebih disebabkan karena miras.

“Perang terhadap miras ini membutuhkan kekompakan dan langkah tegas. Kita (gereja) di Manowkari sedang bergerak untuk hadapi peredaran miras,” kata Pdt Shirley.

Dirinya mengatakan, perang untuk miras membutuhkan nyali kuat selain kekompakan. “Saya merasa bersykur karena saat ini, masih ada pejabat daerah, TNI dan Polri yang mempunyai nyali dan komitmen kuat untuk memberantas miras di atas Tanah ini. Namun banyak juga yang tidak punya nyali,” tegasnya.

Menurut dia, peredaran miras di Papua seperti sistim gurita, ada jaringan yang memanfaatkan kesempatan ini. Padahalnya mereka tidak tahu bahwa miras itu dapat membunuh orang asli Papua.

“Untuk itu, apapun bentuknya, miras harus dilawan, karena Tuhan ada di pihak kita, maka kebenaran selalu akan menang,” tegasnya.

Dikatakan, selama ini dirinya lantang berbicara soal miras, namun masih ada suara-suara orang lain yang memintanya untuk berhenti bicara soal miras.

“Ada jemaat saya yang suka mabukan tapi saya mengatakan itu mereka tidak tersinggung karena saya mengatakan kebenaran supaya orang berubah supaya tidak boleh masuk ke area yang menjadi dosa dan mendatangkan kebinasaan. Oleh karean itu saya berdoa agar kota ini, para aparat, para pejabat memiliki keberanian tidak takut kehilangan jabatan, tapi dia berani meletakan itu (jabatannya) demi orang untuk mengalami keselamatan,” tegasnya.

Sementara itu, Pangdam XVIII Kasuari, Mayor Jenderal TNI Joppye Onesimus Wayangkau, dalam kesempatan itu menyebutkan, dirinya sejak menjadi panglima, sudah berkomitmen untuk perang terhadap miras.

“Miras ini ibarat setan, dia akan rayu terus masyarakat. Kalau kita tidak kuat, maka setan itu akan terus bersama dengan kita. Dan untuk menangkis miras, mulanya harus dari keluarga. Kalau dari keluarga sudah tidak miras, maka barang yang satu ini tidak mungkin merusak kita,” tegasnya.

Olehnya, dirinya kembali megajak semua warga di Tanah Papua untuk memberikan informasi, jika ada pihak-pihak yang masih mengedarkan miras. “Miras ini membunuh kita semua. Stop sudah, karena hidup kita tidak akan damai dan tentram, jika miras masih saja dikonsumsi,” tegasnya.[MNR]

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *