NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Kesehatan

Banyak di Pasar Ransiki, Pangan Lokal Ini Kaya Kandungan Gizi

2 Mins read

Mansel,-Ubi jalar ungu/Ipomoea Batatas atau dalam bahasa Papua disebut batatas banyak kita jumpai di pasar Kenangan Ransaiki maupun pasar Oransabri, atau pasar Sore Ransiki di wilayah kabupaten Manokwari Selatan (Mansel).

Rata-rata, hasil kebun ini dijual oleh petani lokal khususnya mama-mama Papua dengan harga yang tidak terlalu mahal.

Dilansir TRIBUNNEWAS.COM, menyebutkan bahwa panganan local dengan harga 10 ribu perkumpul di pasar kenangan Ransiki ini ternyata mempunya banyak kandungan gizi yang berguna bagi tubuh manusia, baik kandungan mikro maupun makro.
Tidak hanya itu, ubi ungu juga kaya antioksidan alami, yaitu antosianin dan karoten, yang bermanfaat bagi kesehatan.

Selain mengandung karbohidrat kompleks, ubi ungu juga mengandung vitamin A, B, dan C serta zat besi dan kalsium,” kata Prof Dr Ir Ali Khomsan, MS., Guru Besar Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor saat Meet The Expert Kenali Manfaat Ubi Ungu di Jakarta.

Lebih lanjut, ubi ungu kaya akan serat , yang baik untuk saluran cerna dan mengandung antosianin yang merupakan antioksidan yang lebih kuat daripada vitamin C.

Zat ini dapat memberikan perlindungan tubuh dari racun, radikal bebas dan anti bakteri patogen.
Ubi ungu juga dapat digolongkan dalam superfood karena mengandung unsur fitokimia antosianin dan betakaroten yang merupakan antioksidan dan dapat mendukung kekebalan tubuh.

Di sejumlah daerah di Indonesia, ubi ungu telah lama dibudidayakan dan diolah menjadi berbagai kudapan seperti bolu, bakpia dan keripik.

Melalui proses pengolahan yang tepat, dapat dihasilkan produk turunan ubi ungu yang aman, bernilai tinggi dan tahan lama sehingga bisa dikonsumsi tidak sekedar untuk kudapan saja.

“Teknologi pengeringan terkini, seperti teknologi drum drying dapat mempertahankan kandungan gizi ubi ungu sehingga manfaatnya tetap terjaga dan aman dikonsumsi sebagai makanan pendamping ASI untuk bayi sekalipun, kata Prof Dr Ir Purwiyatno Hariyadi, MSc., pakar teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Sebagai pangan sumber karbohidrat, ubi ungu merupakan pangan lokal yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan pokok pengganti beras.

Dengan mengonsumsi ubi ungu, kita dapat meningkatkan asupan antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang baik untuk mencegah berbagai penyakit degeneratif,” katanya.

Mengonsumsi ubi ungu, kita juga telah membantu program diversifikasi pangan pokok untuk mendukung ketahanan pangan dan gizi Indonesia.
Hal ini sesuai dengan pedoman gizi seimbang, dimana diversifikasi pangan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya penurunan masalah pangan dan gizi.

“Program diversifikasi pangan menjadi penting, karena hingga saat ini ketergantungan konsumsi pangan masyarakat Indonesia terhadap sumber karbohidrat (makanan pokok) khususnya beras masih tergolong tinggi atau lebih dari 60%, tambahnya.

Bentuk sederhana dari diversifikasi pangan, dapat dilakukan melalui diet pelangi atau diet dengan berbagai aneka warna.

Pola diet ini mengharuskan konsumsi beraneka warna makanan dalam setiap porsi makan.
Selain sarat akan kecukupan gizi, diet pelangi bermanfaat untuk menurunkan berat badan melindungi kulit dari penuaan dini, serta meningkatkan kekebalan tubuh.

Lebih lanjut, diet pelangi sejalan dengan pedoman gizi seimbang, dimana masyarakat Indonesia dianjurkan untuk mengkomsui beragam kelompok pangan mulai dari makanan pokok, lauk, pauk, sayur, buah dan air.

Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, maka semakin lengkap zat gizi yang diperoleh tubuh.
Dengan berbagai manfaat yang dimiliki, mari kita mulai biasakan konsumsi ubi ungu untuk membantu kesehatan saluran cerna dan meningkatkan asupan antioksidan yang baik bagi kekebalan tubuh.

Menurut The US Sweet Potato Council Inc., ubi jalar yang dimasak bersama dengan kulitnya lebih banyak memberikan serat daripada oatmeal. Ubi jalar umumnya juga mengandung karbohidrat, gula, vitamin A, B, C, serta kalsium dan kalium.

Selain itu, ubi jalar akan memberikan tubuh kita betakaroten dan akan memenuhi kebutuhan vitamin A kita sebesar 200 persen.
Fitonutrisi ini juga bermanfaat penting sebagai anti-oksidan serta menjaga kesehatan mata. Walau tinggi karbohidrat kompleks dan gula pati, ubi jalar merupakan makanan yang rendah kalori.

Ubi jalar mengandung kalori yang rendah, yaitu setiap 100 gram ubi jalar bersama kulit mengandung 90 kalori atau sama dengan 376 kJ. Ubi jalar juga kaya akan karbohidrat kompleks, serat, betakaroten (provitamin A karotenoid), vitamin C, vitamin B6, mangan, dan kalium.

Menurut laporan penelitian yang dilakukan pada 1992, ubi jalar kaya akan kandungan serat, karbohidrat kompleks, protein, vitamin A dan C, zat besi, dan kalsium, serta memperoleh peringkat gizi tertinggi dalam hal sayuran.(ptc)

Related posts
KesehatanManokwari Selatan

Pelayanan di Puskesmas Ransiki Kembali Normal

2 Mins read
RANSIKI,-Pasca aksi mogok kerja oleh honorer tenaga medis, akibat tidak dibukanya formasi CPNS tenaga medis, bidan dan perawat pada, Selasa (12/3) lalau,…
KesehatanManokwari Selatan

Wabup Mansel Pantau Pelayanan di Puskesmas Oransbari Semalam

1 Mins read
Ransiki,-Selasa (12/3) malam, sekitar pukul 2.00 wit, Wakil Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Wempi Welly Rengkung, berkesempatan mengunjungi puskesmas Oransbari, terletak di kampung…
KesehatanManokwari

Rasa Kemanusiaan, dr. Rosaline Rumaseuw Sarankan Pemprov PB Bangun RSJ

1 Mins read
Manokwari,-Demi rasa kemanusaan, Presiden Klub Lions Jakarta Selatan Centennial Cenderawasi, dr. Rosaline Irene Rumaseuw, menyarankan agar pemerintahan Provinsi Papua Barat, bangun rumah…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *