NEW!New top class exclusive digital courses Read More

LingkunganManokwari Selatan

Gelombang Tinggi Masih Terjadi Di Perairan Ransiki Sepekan Kedepan

1 Mins read

Ransiki,-Warga masyarakat dihimbau waspada terhadap potensi tinggi gelombang laut 1, 25 sampai 2 meter masih akan terjadi di wilayah perairan Ransiki kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) Papua Barat sepekan kedepan. Dari tanggal 6 sampai 12 Februari 2019.

Informasi ini berdasarkan rilis yang disampaikan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika, Balai Besar Meterologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura Papua yang diterima media.

Kondisi serupa juga sama terjadi hampir di seluruh perairan Manokwari.

“Prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah perairan Manokwari selama peiode 06 – 12 Februari 2019 diprakirakan berkisar antara 1.25 – 2.00 meter,”

Sehingga, warga yang hendak melaut diminta untuk hati-hati, agar tidak menimbulkan kejadian diluar keinginan.

Dismaping itu, warga juga diminta waspada juga terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang selama periode musim hujan yang sedang berlangsung.

“Kondisi cuaca wilayah Ransiki selama sepekan kedepan di prakirakan pada umumnya cerah berawan hingga berawan dengan potensi terjadi hujan dengan intensitas Ringan hingga Lebat pada siang dan malam hari.”

Berita sebelumnya.

Dilanda cuaca yang ekstrim, Bupati Mansel, Markus Waran, minta Nelayan di wilayah kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) agar istirahat melaut sementara waktu.

“Ini cuaca diwilayah kita lagi ekstrim. Yang suka mancing stop dulu, gelombang sedang tinggi arus kencang,”ujar Waran.

Disamping itu, Waran juga mengajak warga agar tidak melakukan aktivitas penebangan pohon di pinggir aliran sungai termasuk alasan untuk membuka ladang (kebun).
“Yang suka tebang pohon di pinggir sungai, stop sudah buat kebun dekat sungai,”tukas Waran.

Langkah ini agar terhidar dari musibah banjir hingga longsor yang akan terjadi.

“Jangan banjir baru salahkan pemerintah. Mari kita jaga, kita jaga lingkungan kita,”pesan Waran.

Dirinya minta agar pesan ini dapat diteruskan oleh ASN maupun tenaga honor di Pemkab Mansel kepada masyarakat.

“Tolong menyampaikan kepada semua warga masyarakat kita waspada karena daerah kita daerah rawan bencana. Rawan banjir, rawan longsor,”sambil mengatakan.
Termasuk, rawan gempa karena wilayah Mansel dilalui sesar atau patahan aktiv.

“Saya tidak bilang akan gempa, nanti pulang bilang bahwa tadi bapak bupati ada bilang gempa, tapi Rawan gampa, yang patahan itu. Oleh sebab itu waspada terhadap lingkungan, waspada terhadap keluarga dan pribadi. Hati-hati,”kata Waran.

Hari-hari belakangan wilayah Mansel terus diguyur hujan. Hujan turun siang maupun malam.[mnr]

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *