NEW!New top class exclusive digital courses Read More

KesehatanManokwari Selatan

Pelayanan di Puskesmas Ransiki Kembali Normal

2 Mins read

RANSIKI,-Pasca aksi mogok kerja oleh honorer tenaga medis, akibat tidak dibukanya formasi CPNS tenaga medis, bidan dan perawat pada, Selasa (12/3) lalau, pelayanan puskesmas Ransiki dan Oransbari di kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), yang sempat terganggu akhinya kembali normal pada Kamis (14/3).

Sesuai pantauan, pelayanan di dua puskesmas itu sudah berjalan normal, petugas sibuk melayani pasien seperti biasa, sesuai jam tugas yang dibagi.

Di puskesmas Oransbari pun demikian, padahal sebelumnya hanya tenaga medis berstatus PNS yang bertugas melayani pasien saat mogok berlangsung.

Tenaga Honor Bertemu Wakil Bupati

Setelah aksi mogok kerja, pada esok harinya, Rabu (13/), perwakilan tenaga honorer medis, berjumlah puluhan orang berkesempatan tatap muka dengan Wakil Bupati Mansel, Wempi Welli Rengkung.

Kesempatan itu, Wakil Bupati didampingi oleh Plh Sekda, Elli Dahlia Kartika Sembor, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Adolof Kawey, dan Kadis Kesehatan, Demitrius Waran di salah satu ruangan kantor biupati di Ransiki.

Adolof Kawey, kepala BKD Mansel kepada awak media usai tatap muka berlangsung mengatakan, para tenaga honorer telah bersepakat dan menyatakan siap jalani tugas seperti biasa setelah mendapat pemahaman dari Wakil Bupati.

“Pernyataan mereka (honorer) dihadapan pak wakil bupati, bahwa mereka kembali melayani seperti biasa,”ujar Kawey.

Kepada tenaga honor medias yang hadir tatap muka, kata Kawey, Wakil Bupati menyampakan bahwa Pemerintahan Mansel tidak akan tinggal diman dan akan perjuangkan formasi untuk tenaga kesehatan sesuai nawacita Presiden Joko Widodo, yaitu akan mengutamakan perekrutan tenaga medis dan guru.

“Pak wakil juga sudah bilang, Pemda tidak akan tutup mata. Ini menjadi kewenangan Pemerintahan Daerah untuk perjuangkan dalam hal ini bapak bupati dan wakil bupati sesuai Nawacita Presiden untuk mengutamakan medis dan guru,”tukas Kawey.

Sementara, atas aksi mogok yang dilakukan oleh para honorer medias, Kawey mengaku tidak ada tanggapan dari dirinya, karena hal itu menururnya, wajar terjadi dan dilakukan oleh siapapun yang kecewa setelah selama ini sudah mengabdi melayani masyarakatnya di Mansel dengan sepenuh hati.

“Bagi siapa saja tetap akan melakukan hal itu (mogok), saya pikir wajar itu (aksi para medis). Cuman jangan ada tulsian ditempel dipintu atau palang. Kalau mau sampaikan datang saja (bertemu kami) agar pelayanan tetap jalan. Supaya pemerintahan melihat hal itu sehingga pelayanan tetap bejalan bagi masyarakat,”ujar Kawey.

Sebagai orang yang bertanggung jawab langsung dalam proses awal hingga dilaksanakan pengumuman formasi CPNS, Kawey menyampikan turut menyesal, karena apa yang menjadi prioritas Pemda maupun pemerintahan pusat yaitu formasi untuk tenaga medis tidak ada, sementara para honorer medis sudah melayani masyarakat Mansel selama ini dengan hati da penuh tanggung jawab.

“Saya sebagai kepala badan kepegawaian sangat menyesal karena medis tidak masuk. Karena mungkin saya terlalu (semangat) melihat jumlah kuota 845, pikiran saya bahwa merekea (formasi medis) sudah termasuk didalam jumlah itu. Ternyata, seketika kami buka untuk menempel, mereka (medis) tidak termasuk,”kata Kawey.

Kepada awak media, Kawey mengaku akan perjuangkan formasi untuk tenaga honorer medis di kabupaten Mansel berjumlah 334 orang pada penerimaan tahap berikunya.

“Padahal saya sudah programkan dan berharap bahwa tahun ini medis sama guru yang harus prioritas utama sesuai nawacita Jokowi. Ternyata mereka (medis), (ketika) kita sama-sama. Melihat formasi itu mereka tidak ada. Tapi sesuai pertemuan kami dengan pak wakil ya, saya sebagai kepanjangan dari Pemda, saya akan berusaha untuk tahap selanjutnya,’

“Kami tau yang didalam segel itu, pikiran kami 845 itu sudah temasuk medis didalamnya,”timpa Kawey, lagi.[mnr]

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *