NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Pembangunan Fisik Masif Terjadi, Warga Diminta Adaptasi Dengan Kemajuan Kota

1 Mins read

Ransiki,-Sebentar lagi, usia kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) akan genap tujuh tahun, pada November 2019.

Meskipun masih belia, kemajuan disejumlah sektor, terutama pembangunan fisik masif terjadi dienam distrik.

Pertumbuhan bangunan fisik cukup geliat sejak daerah itu dimekarkan 2012 lalu.

Misalkan, pembanguna gedung, jembatan baru dan ruas jalan kota maupun desa, sebagai akses penghubung dilakukan sesuai planning, yang diterjemahkan dari visi dan misis kepala daerah secara berkala.

Kota Ransiki, sebagai ibu kota Kabupaten adalah wilayah yang sangat nampak pembangunan fisik oleh Pemkab setempat setelah pemekaran terjadi.

Untuk menyambut perubahan yang terjadi, warga yang berdomisili di kota Ransiki, ibu kota kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), diminta untuk beradaptasi dengan kemajuan kota yang sedang terjadi.

Kepala Distrik Ransiki, Bernad Mandacan, minta agar masyarakat yang ada di ibu kota daerah dengan julukan segitiga emas di wilayah Kepala Burung Papua Barat itu untuk beradaptasi dengan perkembangan yang terjadi, menyambut itu degan senang hati. Respon kemajuan kota dengan baik.

Caranya, kata Mandacan, menjaga lingkungan dari sampah.

Berikut, lanjut Mandacan, tidak membiarkan hewan ternak berkeliaran di lingkungan kota, agar tidak mengganggu pemandangan kota, sebagai pintu masuk bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke tempat wisata “Taman Nasional Teluk Cenderawasih dan wisata dataran tinggi sekitar Pegunungan Arfak, atau akan warga dari beberapa daerah tetangga yang sedang melintas.

“Kami akan sosialisasikan ini, soal sampah. Khusus ternak liar jika himbauan dan rencana sosialisasi, masih ada yang berkeliaran kami akan ambil langkah tegas (penembakan), kerja sama dengan lembaga terkait,”tegas Mandacan kepada kuli tinta di Ransiki baru-baru ini.

Disamping itu, bersama instansi teknis terkait, pihaknya, kata Mandacan, akan sosialisasi kepada masyarakat tentang jarak ideal membangun rumah tinggal dan tempat usaha di sepanjang poros kota Ransiki.

“Kami melihat ada tempat usaha yang dibangun cukup banyak saat ini di sepanjang jalan kota Ransiki. Agar tidak kecewa di kemudian hari maka kami minta dibangun 20 meter dari badan jalan. Sehingga ketika ada pelebaran tidak terjadi pembongkaran yang merugikan,”kata Mandacan.

Kepada warga yang hendak membangun rumah maupun tempat usaha, agar perhatikan jarak dari batas jalan sejauh 20 meter.

“Ransiki rumh kita bersama. Pemda Sedang membangun. Pemerintahan Daerah seperti kata bapak Bupati selalu terbuka bagi siapa saja yang hendak membangun termasuk mendirikan usahanya, tapi jangan lupa perhatikan dengan ketentuan-ketentuan yang ada agar tidak rugi dikemudian hari,”ujar Mandacan.[mrt/mnr]

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Manokwari SelatanOlahraga

Ada Angin Segar dari Kemenpora untuk Bidang Olahraga Mansel

1 Mins read
Kadispora Mansel, Marten Rumaseb/Lio PENTUL, MANSEL-Usaha dan Kerja Keras untuk mengukir prestasi demi prestasi terus di lakukan oleh talenta muda Segitiga Emas…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *