NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Cuaca Esktrim, Pemda Mansel Gelar Apel Siaga Bencana

2 Mins read

Wakil Bupati Mansel mengecek kesiapan anggota gabungan. FOTO KEMA

MANSEL– Menghadapi cuaca ekstrim pada musim penghujan tahun ini, pemerintahan daerah kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) gelar apel siaga bencana di lapangan Garuda Ransiki, Senin (6/1/20).

Dalam apel tersebut dilibatkan pula anggota siaga bencana gabungan dari Polri, TNI, BMKG Ransiki maupun ASN dan pasukan dari BPBD Mansel.

Apel tanggap darurat bencana tersebut dipimpim langsung Wakil Bupati Mansel, Wempi Rengkung, dihadiri sebagian SKPD, Kepala BPBD Mansel, Yosep Petrus Insyur, Kepala BMKG Mansel, Uci Sanusi, Kapolres Mansel serta Komandan BKO Kodim Persiapan Mansel.

Wabupa Mansel

Wabupa dalam sambutannya mengatakan apel gabungan bersama tim tanggap darurat bencana alam tahun 2020 ini esensinya yakni menunjukan kesiapan pemerintah menghadapi bencana, apalagi Mansel meruapakan salah satu daerah rawan bencana di Papua Barat.

Apel kesiapsiagaan bersama tim bentukan ini, merupakan realisasi surat edaran Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional, 17 Desember 2019 Nomor: 28 Tahun 2019 perihal tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim mengakibatkan tanah longsor, banjir, dan lainnya selama kurun waktu hingga 15 Februari 2020.
“Olehnya, Pemkab Manokwari Selatan menerbitkan SK Bupati Mansel Nomor : 188/45/KEP/471.41/2019 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Bencana Lainnya di Kabupaten Manokwari Selatan, terhitung tanggal 18 Desember 2019 s/d 15 Februari 2020 atau selama 59 hari lamanya,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi geografis Mansel sangat rentan terhadap bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa bumi yang bisa pada akhirnya terjadi tsunami.

“Maka kita perlu mewaspadai. Tindakan antisipasi itu mulai dilakukan oleh semua orang, mulai dari kepala distrik, pimpinan dan seluruh tenaga honorer yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan, termasuk di dalamnya masyarakat yang mendiami Kabupaten Manokwari Selatan, dapat bekerja sampai dengan batas waktu yang ditentukan dan selalu melakukan koordinasi antar antar kampung,” tegasnya.

Usai apel bersama, tim gabungan bersama tim tanggap darurat bencana alam tahun 2020, langsung terjun ke pantai Raipawi untuk melaksanakan sosialisasi tanggap darurat bencana kepada masyarakat terutama yang mendiami pesisir Pantai Ransiki. [MDR/R1]

Wabupa dalam sambutannya mengatakan apel gabungan bersama tim tanggap darurat bencana alam tahun 2020 ini esensinya yakni menunjukan kesiapan pemerintah menghadapi bencana, apalagi Mansel meruapakan salah satu daerah rawan bencana di Papua Barat.

Apel kesiapsiagaan bersama tim bentukan ini, merupakan realisasi surat edaran Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional, 17 Desember 2019 Nomor: 28 Tahun 2019 perihal tentang antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrim mengakibatkan tanah longsor, banjir, dan lainnya selama kurun waktu hingga 15 Februari 2020.
“Olehnya, Pemkab Manokwari Selatan menerbitkan SK Bupati Mansel Nomor : 188/45/KEP/471.41/2019 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Bencana Lainnya di Kabupaten Manokwari Selatan, terhitung tanggal 18 Desember 2019 s/d 15 Februari 2020 atau selama 59 hari lamanya,” ujarnya.

Dia menambahkan, kondisi geografis Mansel sangat rentan terhadap bencana banjir, tanah longsor, kebakaran, gempa bumi yang bisa pada akhirnya terjadi tsunami.

“Maka kita perlu mewaspadai. Tindakan antisipasi itu mulai dilakukan oleh semua orang, mulai dari kepala distrik, pimpinan dan seluruh tenaga honorer yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan, termasuk di dalamnya masyarakat yang mendiami Kabupaten Manokwari Selatan, dapat bekerja sampai dengan batas waktu yang ditentukan dan selalu melakukan koordinasi antar antar kampung,” tegasnya.

Usai apel bersama, tim gabungan bersama tim tanggap darurat bencana alam tahun 2020, langsung terjun ke pantai Raipawi untuk melaksanakan sosialisasi tanggap darurat bencana kepada masyarakat terutama yang mendiami pesisir Pantai Ransiki. [MDR/R1]

Related posts
Manokwari Selatan

Pemda Mansel Tekad Tingkatkan SDM Pertanian

1 Mins read
  PENTUL, MANSEL-Meskipun terkendala anggaran yang minim. Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian Manokwari Selatan (Mansel) akan terus dikembangkan. “SDM ini yang…
Manokwari Selatan

Wabup Rengkung Jamu Rombongan Kepala BPPSDMP Kementan, Bahas SDM Pertanian

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyambangi…
Manokwari Selatan

Lagi, Coklat Ransiki Dilirik Dunia

1 Mins read
Bupati Markus Waran. PENTUL,MANSEL-Lagi, coklat Ransiki dilirik dunia. Kali ini, investor dari Jepang, pemilik saham dari Ezaki Glico tertarik bekerjasama dengan Koperasi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *