NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Usut Tuntas Pelaku Penganiayaan Wartawan Warta Keadilan di Flores Timur

1 Mins read

foto ilustrasi

LARANTUKA– Pemimpin Redaksi Warta Keadilan, Yohanes Berchamans Brino Tolok, mengutuk keras tindakan semena-mena yang dilakukan oleh Kepala Desa Lewolaga Kecamatan Titehena Kabupaten Flotim, Frans Nikolaus Boeang, terhadap Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen, Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 12.30 WITA.

Dalam press releasenya yang diterima Larantuka News, Minggu (19/1/2020), Brino Tolok menegaskan, setelah mendapatkan kronologi penganiayaan serta memastikan kondisi Fisik secara lamgsung, Redaksi Warta Keadilan menyimpulkan bahwa wartawan kami di Flores Timur atas nama, Kandidus Edwaldus T. Salu Kelen benar-benar mengalami penganiayaan dari Kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang pada Jumad (17/01/20) di teras kantor Desa Lewolaga, sekitar Pkl.12.30 Wita.

Begitupun setelah mengetahui hasil visum dari rumah sakit Umum Daerah, dr. Hendrik Fernandez Larantuka, bahwa terdapat luka dibibir bawah dan pipi kiri kanan sehingga menjadi sulit untuk disangkal.

Selain itu, ada juga bukti rekaman kejadian tersebut yang sudah kami peroleh membenarkan adanya insiden tersebut sekaligus menujukan motif dari dugaan penganiayaan tersebut berhubungan pemberitaan dan profesi.

Untuk itu, Redaksi Warta Keadilan menyatakan sikap sebagai berikut, pertama, mengecam tindakan yang tidak manusiawi dari kepala Desa Lewolaga, Frans Nikolaus Beoang, serta intimidasi dari oknum-oknum yang sepihak dengan Kades terhadap wartawan kami sebagai bentuk pengekangan terhadap kebebasan pers.

Kedua, bahwa tindakan kepala desa tersebut diduga kuat atas sebuah rencana dan dilatari dendam terhadap dua berita sebelumnya yang ditulis korban dan konfirmasi yang dilakukan korban kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kabupaten Flotim.

Ketiga, bahwa kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Flores Timur (Flotim) maka Redaksi mendesak Polres Flotim untuk mengungkap kasus ini secara tuntas sesuai paraturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, bahwa perbuatan Frans Nikolaus Beoang selaku kepala desa Lewolaga adalah perbuatan bentuk penghinaan terhadap pers sekaligus melanggar UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers maka redaksi hal ini menjadi perhatian khusus bagi penegak hukum dalam penuntasan kasus ini.

Kelima, bahwa pernyataan Kepala Desa di beberapa media yang seolah membenarkan tindakannya dengan alasan pembinaan antara Kepala Desa dan Warga, juga adalah sebuah bentuk pengangkangan terhadap UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.(ANI-R1)

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *