NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Tangkal Corona, Hal Ini yang Dilakukan Dinkes Mansel

1 Mins read

MANSEL– Virus corona yang hingga saat ini penyebarannya telah mendunia, Pemkab Mansel melalui Dinas Kesehatan, memerintahkan seluruh tenaga medisnya untuk melakukan sosialisasi.

“Sejak heboh awal soal corona, kita telah surati resmi kepada seluruh puskesmas yang ada di Mansel untuk segera melakukan sosialisasi. Dan tiga pekan terakhir ini, mereka sudah sosialisasi. Sosialisasi itu lebih ditujukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang gejalannya hingga upaya pencegahan yang dilakukan secara sederhana seperti selalu mencuci tangan, menggunakan masker, hindari orang asing dengan tidak bersentuhan,” kata Kadis Kesehatan, Demitrius Waran kepada para awak media di ruang kerjanya, Rabu (4/3/2020).

Singgung soal kesiapsiagaan terkait pencegahan, Demitrius mengaku, sosialisasi tetap dilakukan dan pihaknya juga membagikan masker untuk masyarakat. Namun pembagian masker ini, menurut dia terkendala pada persediaan yang sangat terbatas di Mansel.

“Karena masce kita terbatas. Kami meminta kepada petugas kami apabila terdapat gejala seperti demam tinggi dan sesak napas, harus segera ditangani secara serius. Bila perlu kita karantinakan dan melakukan rujukan Manokwari yang mempunyai peralatan lengkap,” ungkapnya.

Dia menambahkan, meski Pemprov Papua Barat melalui Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, Otto Parorongan yang telah memberikan pernyataan jika Papua Barat aman dari corona, namun dirinya tetap meminta warganya di Mansel untuk waspada.

Apalagi kata Demitrius Waran, Mansel merupakan daerah perlintasan dua daerah yaitu Manokwari dan Bintuni.

“Mansel ini kan merupakan daerah transit dan tempat orang keluar masuk, terutama para pekerja yang bekerja di Manokwari maupun Bintuni. Perusahaan mereka itu, terdapat tenaga kerja asing asal Cina yang sering melakukan perjalanan Cina ke Papua Barat secara langsung melalui jalur laut. Untuk itu, kita harus menjaga kemungkinan itu,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga mengaku, jika usulan kepada pengambil kebijakan di daerah dalam hal ini Bupati agar mengurangi frekuensi perjalanan dinas pejabat ke Jawa.

“Kalapun ada perjalanan dinas, agar lebih hati-hati, selalu menggunakan masker. Karena di Depok, Jakarta dan sejumlah kota di Tanah Air sudah ada pasien terduga terinveksi corona. Kita mencegah lebih baik dari pada mengobati. Itu yang kami sampaikan untuk menjadi pertimbangan pimpinan,” paparnya.

Terkait dengan terbatasnya masker di Mansel, salah seorang apoteker di Kota Ransiki mengaku, sejauh ini tidak ada peningkatan permintaan atau pembelian masker di tempat mereka.

“Tidak ada orang yang beli masker. Apalagi dengan keluhan takut virus corona selama ini mas,” ujar apoteker yang enggan namanya dikorankan ini.[MDR/R1]

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *