NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Sempat Nginap di Mapolsek Ransiki, Kayu Dua Truk Dilepas Polisi

1 Mins read

MANSEL– Sempat bermalam di Mapolsek Ransiki, kayu olahan sebanyak 5 kubik yang dimuat di atas dua unit truk, akhirnya dilepas polisi.

Kayu tanpa dokumen tersebut ditahan Polsek Ransiki Polres Manokwari Selatan, Rabu (4/3/2020) malam sekitar 23.00 WIT.

Pelepasan kembali dua truk bersama kayu olahan tersebut dibenarkan oleh Kapolres Manokwari Selatan, AKBP Slamet Haryono melalui Kapolsek Ransiki, Otto Woff di ruang kerjanya, Kamis (5/3/2020).

Menurut Woff, dua truk bersama kayu olahan itu kembali dilepas karena kayu tersebut milik warga dari Arfai Manokwari yang ingin membangun rumah pribadi bukan milik pengusaha kayu.

“Benar sudah kembali dilepas. Setelah kami mendalami ternyata kayu tersebut milik warga yang ingin bangun rumah pribadi,” kata Woff.

Dia kemudian benarkan bahwa dalam pengangkutan dua truk kayu tersebut ada campur tangan seorang anggota dewan. Dimana dewan tersebut hanya membantu pemilik kayu yang ingin membangun rumahnya.

“Jadi yang sewa kendaraan itu orang lain, bukan orang yang mau bangun rumah. Jadi dewan itu, dia hanya membantu pemilk kayu. Jadi pemilik rumah ini selain dibantu oleh dewan, kayu yang mereka olah itu juga dibantu oleh keluarganya. Jadi benar itu kayu milik orang yang ingin bangun rumah,” terang Woff.

Dia juga menerangkan, jika kayu untuk bisnis pasti dimuat dalam keadaan penuh bak truk, tapi saat penangkapan kayu yang dimuat di dua truk tersebut semuanya tidak penuh bak.

“Tidak mungkin orang bisnis kayu hanya muat setengah-setengah bak. Kemudain tidak mungkin mereka bawa masyarakat banyak begitu. Mereka yang ikut didua mobil itu hampir 15 orang semalam. Mereka bertugas untuk membantu mengangkat kayu dari hutan. Akhirnya kami memutuskan utuk melepas kembali karena pemilk kayu benar-benar untuk bangun rumah,” aku Woff.

Dia juga meminta kepada masyarakat termasuk pebisnis, agar tidak melakukan aktivitas pengakutan kayu pada malam hari. Jika kedapatan melintas pada malam hari, maka pihaknya akan menahan karena sesuai aturan aktivitas malam hari untuk mengakut kayu olahan dilarang.

Sementara itu, disinggung soal kelanjutan proses hukum terhadap 180 papan yang ditahan oleh anggotanya pada Selasa (3/3/2020) dini hari dari sebuah truk dengan nomor polisi PB 9702 MB, kata dia, hingga saat ini pihaknya masih mendalami dengan memeriksa saksi-saksi terkait.

“Masih pemeriksaan, masih periksa saksi. Sudah empat saksi kami periksa. Dari sopir, ikut truk, yang menyuruh beli dan penada,”kata Woff.

Dalam pemeriksaan Woff mengaku, setiap saksi yang diperkisa tidak memberikan keterangan saling keterkaitan.

“Kami akan mendalami sampai semuanya lengkap, baru akan kami lanjutkan proses ke tahap berikut,” tutup Woff. [MDR/R1]

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *