NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Bupati Mansel : Stop Jual Tanah

1 Mins read

MANSEL- Untuk sekian kalinya, Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran minta kepada warganya untuk kurangi kebiasaan menjual tanah.

Permintaan yang sama kembali disampaikan Bupati Waran saat musrenbang Distrik Ransiki yang digelar di aula serba guna Gereja Solavide, Selasa (10/3) siang.

Dalam pernyatannya, Bupati juga meminta kepada seluruh kepala kampung, agar menyampaikan himbauan tersebut kepada masyarakat di masing-masing kampung yang tersebar di Distrik Ransiki sepulang dari kegiatan tersebut.

Himbauan ini, lanjut Bupati, berlaku juga untuk seluruh kepala kampung beserta perangkat kampung di seluruh wilayah Kabupaten Manokwari Selatan.

“Kepala kampung tolong nanti sampaikan kepada masyarakat. Tanah agar jangan serta merta dijual dengan alasan karena butuh uang, ingat masa depan anak-anak kita,” ujar Bupati.

Jika ada masyarakat yang ingin menjual tanah sebaiknya jangan semuanya dijual, karena kehidupan kita masih berlanjut.

“Kalian harus tahu bahwa tanah ini tidak busuk. Tanah ini dia tidak kemana-mana dia aset yang tidak bergerak. Boleh jual jangan sampai jual semua. Orang jual itu punya tujuan, seperti bisnis atau untuk bangun rumah, biaya anak skeolah. Jangan sampai kedepanya di 10 atau 20 tahun akan datang nanti sudah tidak ada tanah baru kita sendiri yang susa,”terangnya.
Bupati justru menyarankan kepada masyarakat jika ada lahan kosong sebaiknya dikelola menjadi kebun untuk menanam tanaman jangka panjang maupun pendek.

“Kepala kapung tolong sampaikan, tanah bekas kebun lebih baik berkebun untuk tanam tanaman perkebunan, atau tanam tomat, rica, pisang supaya hasilnya kita pake untuk kebutuhan hidup dan anak sekolah, dari pada harus menjual tanah,” kata Bupati.

Masih ditempat yang sama, Bupati lalu mengatakan ada juga penyebab lain yang sudah mengakar di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat suku Arfak di Mansel yaitu menjual tanah hanya untuk membayar denda adat.

“Untuk keluarga besar saya Arfak. Kalau ada masalah seperti persinahan, kawin-mawin, masalah adat itu tuntutan sampai tinggi dari langit. Ini sekali lagi saya ajak yang wajar-wajar sajalah (tuntutan). Karena akibat dari itu, dia punya tanah habis semua dijual untuk bayar adat. Mari, kita ini hidup hanya sementara saja. Ini saya ingatkan, karena selain saya sebagai pimpinan daerah, saya juga kepala suku yang terus berpikir hal ini,” pungkasnya.[MDR/R1]

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Manokwari SelatanOlahraga

Ada Angin Segar dari Kemenpora untuk Bidang Olahraga Mansel

1 Mins read
Kadispora Mansel, Marten Rumaseb/Lio PENTUL, MANSEL-Usaha dan Kerja Keras untuk mengukir prestasi demi prestasi terus di lakukan oleh talenta muda Segitiga Emas…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *