NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Pengembangan 200 Ha Cokelat Ransiki Mulai Ada Titik Terang

1 Mins read

Foto bersama Sekda Mansel, Hengky V. Tewu bersama tim satgas komoditas Papua Barat.

MANSEL– Petani cokelat di Kabupaten Manokwari Selatan, nampaknya akan sangat terbantu setelah adanya signal positif pengembangan 200 hektar perkebunan cokelat di wilayah Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan.

Bukan hanya itu saja, pemulihan lahan 4.000-an hektar milik PT Cokran pun akan didukung oleh pemerintah Provinsi Papua Barat ke depannya, termasuk akan mendorong pemenuhan permintaan dari 3 negara di Eropa, diantaranya Belanda, Austria dan Prancis.

Hal itu terbukti setelah kedatangan satuan tugas (Satgas) Komoditas Papua Barat, yang terdiri dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat, Ir. Yacob Fonataba, Kepala Balitbangda Papua Barat, Prof Dr. Chalie D. Heatubun dan Kepala Biro Kabiro Mental dan Spiritual Papua Barat, Hermus Indouw.

Selama di Mansel, tim satgas komoditas Papua Barat juga melakukan pertemuan dengan pihak Koperasi Eibersut

Kedatangan tim ke Mansel itu, disambut Sekda Mansel, dr. Hengky V. Tewu dan Kadis Pangan, Hultikutural dan Perkebunan Mansel, H. Bua.

Sekda Tewu dalam pertemuan dengan satgas Komoditas Papua Barat menjelaskan, berbagai kendala yang dihadapi pemerintah terutama oleh Koperasi Ebersut yang selama ini mengelola cokelat di Ransiki.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Papua Barat, Ir. Yacob Fonataba menyebutkan, potensi cokelat Ransiki menjadi salah satu komoditas perkebunan lokal masuk dalam prioritas pengembangan yang akan didampingi Pemprov Papua Barat.

“Cokelat Ransiki ini ini menjadi incaran pasar global dunia saat ini. Untuk itu, Pemprov Papua Barat akan membantu program pengembangan 200 hektar lahan perkebunan cokelat, baik dari APBD Provinsi maupun APBN melalui Kementerian terkait tahun ini,”tegasnya.

Dikatakan, sesuai dengan permintaan negara penerima, cokelat Ransiki harus mengekspor sebanyak 6 ton, seperti pernah di kirim untuk pertama kalinya ke Eropa belum lama ini.

“Dengan pengembangan ini, diharapkan pengiriman terus berlanjuta dan tidak putus, termasuk permintaan pihak Pipiltin pembuat produk coklat batangan di Jakarta tiap tahunnya 500 kg,” ujarnya.

Dirinya sangat berharap agar saling sinergi antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten dalam mengembangkan kembali komoditas unggulan Kabupaten Mansel ini, agar selain memberikan dampak bagi petani cokelat di Mansel, tetapi juga diharapkan dapat mendatangkan penerimaan bagi daerah.(MDR/R1)

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Manokwari SelatanOlahraga

Ada Angin Segar dari Kemenpora untuk Bidang Olahraga Mansel

1 Mins read
Kadispora Mansel, Marten Rumaseb/Lio PENTUL, MANSEL-Usaha dan Kerja Keras untuk mengukir prestasi demi prestasi terus di lakukan oleh talenta muda Segitiga Emas…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *