NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Jaringan 4G di Konja Putus, Masyarakat Diminta Bersabar

1 Mins read

Kondisi Tower mini 4G di kampung Konja/ Charles Fatie

MAYBRAT,-Semenjak pandemi wabah Corona, para pelajar baik SD, SMP, SMA sampai mahasiswa dianjurkan belajar dari rumah menggunakan sarana online.

Tetapi dalam penerapannya mengalami ketidak nyamanan akibat jaringan internet terganggu seperti dialami para pelajar di kampung Konja Kabupaten Maybrat, akibat jaringan 4G hingga sekarang masih terganggu.

Hal itu disampaikan salah seorang mahasiswa, Habel Baru, kepada media ini, Minggu, 26/4/2020, di Konja. Dia mengatakan, sudah tiga hari jaringan 4G di kampung tersebut tidak aktif, hal itu mengakibatkan informasi dan aktivitas belajar online para pelajar terhambat.

“Hal ini kan menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat, terutama informasi dan perkembangan virus corona, kemudian aktvitas belajar online kami, dan ditambah lagi dengan pembentukan pos penanganan covid disini, hal tentu semua akan terganggu,” ujar Habel.

Dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten Maybrat melalui dinas terkait, agar seceptanya bisa mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalah alat utama komunikasi di kampung tersebut demi kelancaran infomasi.

Menanggapi hal itu, kepala Penanggung Jawab Program (PJP) Dinas Kominfo Kabupaten Maybrat, Fransiskus Xaverius Tenau, A.Md., ketika dihubungi melalui telpon selulernya Minggu (26/4), mengatakan, pihaknya telah mengetahui kendala yang dialami oleh masyarakat dan pelajar di Konja akibat terganggunya jaringan 4G.

Dirinya meminta kesabaran dari warga, karena mereka sudah melaporkan hal tersebut ke perusahan terkait dan masih menunggu bantuan perbaikan teknis.

“Jadi ini bantuan, agar dipahami kita semua, semua mekanismenya dari pusat, nanti dari pusat yang akan tangani. Itu ada mekanisme dan butuh waktu, jadi kita semua sabar menunggu,”kata Tenau.

“Laporan sudah dua Minggu lalu, tapi mereka baru datang sekarang di mosun, apakah bisa langsung hendel di konja atau tidak, karena di konja laporanya baru masuk, walapun satu lokasi, tapi laporanya baru masuk,”pungkas Tenau.(CF/R2)

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *