NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Patungan Uang, Mahasiswa Jogjakarta Salurkan Bapok Untuk Pelajar ADEM asal Maybrat

1 Mins read

MAYBRAT, PTC-Patungan uang, mahasiswa asal Maybrat di kota study Jogjakarta akhirnya bisa belanjakan sejumlah bahan pokok (bapok) makanan.

Bapok tersebut selanjutnya disalurkan kepada siswa/i jalur ADEM dan mahasiswa program ADik Papua Barat asal Maybrat di sejumlah kota di Jawa Tengah.

Aksi solidaritas itu dibenarkan ketua mahasiswa Maybrat, Barthomius Korain kepada media ini.

“Saya sebagai ketua disini, kami bentuk tim meminta donasi dari mahasiswa/i Maybrat di Jogja sini, kita kumpul uang kumpul beras kita packing semua dan kami antar ke 6 titik yakni boyolali, semarang, kudus, pati, karanganyar, dan yang ke enam di purwodadi,”jelas Korain.

“Kita antar kesana, dan ternyata teman-teman disana sangat membutuhkan bantuan, nah kita kasih bantuan. Dan itu murni dari kami mahasiswa Maybrat di jogja karena perikemanusiaan untuk mengatasi dampak Corona,”sambung Dia melalui telpon Selasa (10/6).

Aksi itu dilakukan, pasalnya nasib para mahasiswa maupun pelajar SMA, belum secara serius diperhatikan oleh pemda Maybrat selama wabah corona melanda.

“Mereka (pelajar SMA) itu kan per tahun hanya dapat uang saku 3 juta, yang seharusnya mereka itu dapat uang saku perbulan, bukan per tahun. Selama Covid ini mereka tidak dapat satu rupiah pun. Sampai mereka minta bantuan ke kami mahasiswa untuk sambung hidup,” papar Korain.

Para pelajar ini pada prinsipnya senasip dengan mahasiswa tanpa perhatian pemerintah Maybrat

“Mereka tadi juga kami wawancara, memang mereka sangat butuh sekali utuk uluran tangan pemda,”tambah Korain lagi.

Korain menyebutkan, sebelumnya Pemda Maybrat sudah gembar gemborkan untuk berikan bantuan dan prioritaskan adik-adik jalur ADEM dan ADiK namun sampai sekarang belum juga direalisasikan. berharap agar pemerintah lebih serius perhatikan nasip, baik mahasiswa maupun para pelajar ADEM/ADAiK asal Maybrat.

“Kami ini adalah generasi Maybrat, kami juga butuh perhatian penuh dari pemerintah kabupaten Maybrat, karena ini situasi bencana covid, jadi kami mohon pemerintah juga harus selamatkan generasi mahasiswa Maybrat, orang tua sudah susah untuk kirim uang untuk kami,”kata Korain, berharap.

Disampingi itu, Dia juga berharap, untuk pelajar dan mahasiswa gelombang berikutnya agar pemerintah jangan menempatkan mereka di pelosok tanah Jawa, sebab sungguh memprihatinkan.

“Tadi itu kita sampai di tempat tinggal mereka ternyata mereka dititipkan dengan orang-orang atau tetangga, bukan di Asrama, bahkan ada yang dititip di kampung-kampung,”tutup Barto Korain.(Charles Fatie-R2)

Related posts
Manokwari Selatan

Markus Waran Diundang Bank Indonesia Papua Barat Jadi Pembicara 

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bupati Manokwari Selatan Markus Waran di undang kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Papua Barat ke Kabupaten Tambrau, menjadi pembicara bagi petani Kopra…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Bank Indonesia Bantu Tiga Mesin Pengolahan Coklat Batangan kepada Koperasi Ebier Shut

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat, menyalurkan tiga buah mesin senilai Rp.200 juta kepada rumah produksi pengolahan coklat batangan milik koperasi Ebier…
Manokwari Selatan

Gebrakan Kadis DLH, Mulai Jemput Sampah Rumah Tangga di Oransbari

1 Mins read
PENTUL, ORANSBARI-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari Selatan (Mansel) tengah mencari solusi mengatasi persoalan sampah di daerah tersebut. Kepala DLH Mansel Christofol Mandacan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *