NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Biaya Administrasi Rp. 10.000 di Puskesmas Jadi Sorotan di Facebook, Ini Tanggapan Kapus Aifat Utara

1 Mins read

Foto Kepala Distrik Aifat Utara dan Kepala Puskesmas Aifat Utara

MAYBRAT,PTC– Puskesmas Distrik Aifat Utara Kabupaten Maybrat dipastikan tetap melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat seperti biasa, namun untuk lebih efektifnya sementara menunggu undangan rapat bersama antara pemerintah distrik dan masyarakat untuk saling klarifikasi.

“Pelayanan tetap berjalan seperti biasa, cuma sementara kita menunggu klarifikasi, nanti kita panggil oknumnya datang, kita sudah ketemu kepala distrik, nanti kita buat undangannya untuk duduk bersama kepala-kepala kampung serta tokoh yang ada,” ungkap Kapus Aifat Utara Willybrodus Esyah , Senin (29/9).

Menurut Kapus, sikap tegas pihaknya itu menyusul adanya sindiran oknum seorang pemuda di media sosial (Facebook) beberapa waktu lalu dengan mengindikasikan bahwa adanya pungutan liar (pugli) oleh petugas, terkait biaya administrasi yang katanya sebesar Rp.10.000.

Biaya administrasi itu, kata dia, telah ditetapkan berdasarkan keputusan bersama mengingat kebutuhan administrasi keperluan lainnya.

“Ini lampu baru nyala dua minggu ini, sebelumnya kan mati lampu selama 3 bulan, kita harus beli bensin untuk genset dan juga keperluan lainnya, Itu juga kita sudah pertemuan dan sepakat sebelumnya, dengan kepala distrik, kepala kampung maupun tokoh bahkan telah disetujui bersama karena itu memperlancar administrasi,” tukasnya.

Namun begitu, Willy juga komit, tetap melakukan pelayanan seperti biasanya.

“Kita layani sajalah, jalan seperti biasa, sambil menunggu undangan besok saja,”tutupnya.
Hal serupa disampaikan kepala Distrik Aifat Utara Philpus Fanataf S.Sos.

Menurut dia apabila ada pelayanan pemerintah yang menurut masyarakat kurang memuaskan, ada wadah dan prosedur penyelesaiannya.

“Jadi saya sebagai kepala distrik, saya sebagai pemimpin disana, saya mengajak semua masyarakat, intelektual yang ada, apabila ada masalah mari ada tempat yang kita duduk bicara, bukan di Facebook, itu bukan menyelesaikan itu meruncing namanya”harap Kepala Distrik.

“Saya pikir 10 ribu ini tidak meresahkan masyarakat,” tambah Dia.

Untuk itu, lanjut Fanataf, dalam waktu dekat dirinya akan mengundang kepala kampung serta intelektual di wilayah itu untuk secepatnya menyikapi polemik yang tengah terjadi melalui prosedur yang ada.

“Saya harap ini jangan dibesar-besarkanlah, mari kita selesaikan dengan baik, saya juga berharap agar pelayanan kesehatan secepatnya kembali beberjalan,” pungkas Dia.(Charles Fatie/R2)

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *