NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Layanan Dokumen Kependudukan di Disdukcapil Mansel Terjadi Lonjakan 50 Persen

2 Mins read

MANSEL,PTC-Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Elli Dahlia Kartika Sembor mengatakan sejak berlakunya New Normal, jumlah warga yang mengurus dokumen kependudukan terjadi lonjakan yang cukup tinggi bila dibandingkan sebelum pandemi Corona.
Menurut data yang Dia miliki, lonjakan yang terjadi mencapai 50 persen tiap harinya.

Hal ini disampaikan Sembor kepada awak media diruang kerjanya Senin (13/7/202) lalu.

Sembor mengatakan, agar pelayanan tetap maksimal ditengah Pandemi Corona sementara antusias warga terjadi peningkatan, sedangkan mereka harus menerapkan protokol kesehatan yang harus membatasi orang dalam pelayanan, maka dirinya meminta para petugasnya untuk masuk kantor tepat waktu tiap harinya.

Hal itu diupayakan agar tidak mengecewakan warga yang datang mengantri tiap harinya.

“Hari – hari biasa itu hanya 15 sampai 20 orang datang membuat dokumen kependudukan. Tapi sejak new normal, mengalami peningkatan sampai 40 hingga 60 orang tiap harinya. Beruntungnya mengurus dokumen kependudukan saat ini satu hari langsung jadi kecuali jaringan ada gangguan,”beber Sembor.

Dengan animo warga dalam membuat dokumen kependudukan seperti e-KTP, akta kelahiran dan kartu keluarga cukup tinggi, Sembor menambahkan, mereka tetap membatasi jumlah warga yang mengurus dokumen kependudukan. Yakni tiap harinya hanya 30 sampai 40 orang.

“Kami melayani satu Minggu empat hari yaitu hari Senin sampai Kamis. Khsus hari Kamis kami layani sampai 40 orang, sedangkan hari lain kami batasi 30 orang saja mengingat kita masih dalam masa new normal,”kata Sembor.
Bagi warga yang tidak sempat membuat dokumen hari itu juga terpaksa kami minta maaf agar datang lagi pada hari berikutnya.

Atas permintaan itu lanjut Sembor, ada warga yang sudah memahami keadaan pandemi Corona langsung saja menerima kebijakan itu, tapi ada juga warga yang tidak terima karena merasa sudah mengantri sejak pagi.

“Kami harus jelaskan baik-baik agar mereka menerimanya. Pembatasan yang kami lakukan berkaitan dengan kesehatan dimasa pandemi,”ujarnya.

Dalam pelayanan juga kata Sembor, sangat ketat penerapan protokol kesehatan yang diterapkan, mulai dari ukur suhu tubu, jaga jarak, wajib masker.

Petugas juga wajib menggunakan sarung tangan agar tidak bersentuhan langsung selain wajib pake hanzanitiser.

“Petugas juga kami jadwalkan jaga tiap satu Minggu diganti dengan pegawai lain. Kita lakukan untuk menjaga kesehatan mereka tetap stabil,”tukas Dia.

Mengakhiri wawancara bersama awak media saat itu, Sembor menambahkan hingga hari itu terdata 600 warga mengurus dokumen kependudukan.

Dari jumlah tersebut menurut Sembor, belum termasuk puluhan warga yang terpaksa dipulangkan karena suhu tubuh melebihi batas yang ditentukan atau suhu tubuh tinggi.

“Kita menjaga segala kemungkinan terjadi. Yang kami minta untuk pulang istirahat dirumah sekitar 10 orang warga karena suhu tubuh tinggi saat pemeriksaan,”pungkas Sembor. (MDR/R2)

Related posts
Manokwari Selatan

Pemda Mansel Tekad Tingkatkan SDM Pertanian

1 Mins read
  PENTUL, MANSEL-Meskipun terkendala anggaran yang minim. Sumber Daya Manusia (SDM) bidang pertanian Manokwari Selatan (Mansel) akan terus dikembangkan. “SDM ini yang…
Manokwari Selatan

Wabup Rengkung Jamu Rombongan Kepala BPPSDMP Kementan, Bahas SDM Pertanian

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Prof. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M.Agr menyambangi…
Manokwari Selatan

Lagi, Coklat Ransiki Dilirik Dunia

1 Mins read
Bupati Markus Waran. PENTUL,MANSEL-Lagi, coklat Ransiki dilirik dunia. Kali ini, investor dari Jepang, pemilik saham dari Ezaki Glico tertarik bekerjasama dengan Koperasi…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *