NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Sampah Sempat Menumpuk Lagi di Pasar Kenangan Ransiki, Ini Penjelasan Kadis LH Mansel

2 Mins read

MANSEL,PTC-Perjuangan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Muhammad Amir bersama stafnya dalam menangani masalah sampah di kota Ransiki kembali mengalami tantangan.

Jika di tempat pembuangan akhir sampah sebelumnya di belakang kantor Distrik Ransiki sering dipalang pemilik hak ulayat, kini kejadian serupa kembali berulang. Lahan seluas lima hektar milik Pemkab Mansel di kampung Hamawi yang digunakan jadi tempat pembuangan akhir sampah sementara beberapa hari sempat di blokade pemilik hak ulayat.

Hal itu menyebabkan, sejak Jumat (17/7/) sampai Kamis (23/7/) siang tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir sampah sementara di pasar Kenangan Ransiki belum bisa dipindahkan.

Membuat daya tampung tiga bak penampung (ambrol) sementara di pasar kenangan Ransiki tidak mampu lagi menampung sampah masyarakat yang tiap harinya makin bertambah, dan akibatkan sampah sempat berserakan di badan jalan sekitar tempat sampah itu.

Kepada awak media di ruang kerjanya Senin lalu, kepala Dinas Lingkungan Hidup Mansel, Muhammad Amir, membenarkan hal tersebut.

Sejak diblokade ulang oleh pemilik hak ulayat pada akhir pekan lalu, pemilik hak ulayat meminta agar aktivitas pembuangan samapah harus dipindahkan ke lokasi yang baru, sedangkan lokasi baru itu masih dalam kondisi hutan lebat.

Dirinya kata Amir, telah melakukan berbagai upaya agar tumpukan sampah di pasar Kenangan Ransiki dapat dipindahkan secepatnya dan tidak terjadi penumpukan berkepanjangan, yakni dengan memilih lahan milik pribadinya di lapangan satu distrik Ransiki menjadi tempat pembuangan sampah untuk sementara waktu.

Sayangnya, menurut penjelasan Amir, baru satu kali membuang sampah di lokasi yang baru itu, pada keesokan harinya dirinya sudah didatangi warga yang meminta aktivitas dilokasi itu dihentikan karena bauh sampah sangat mengganggu mereka.

“Lokasi di Hamawi itu baru-baru ini kembali dipalang. Sedangkan lokasi baru mobil belum bisa masuk. Kami memutukskan untuk mengurangi sampah di pasar kenangan dengan membuagn sampah sementara di lahan milik pribadi saya. Sambil kita bicara dengan pemilik hak ulayat,”jelas Amir.

“Waktu itu sudah sore kami buang sampah dilahan pribadi saya, jadi kami berpkir besok saja baru lapor kepada warga sekitar yang jaraknya sekitar dua ratus meter dari tempat sampah sementar di laha saya itu. Karena sudah gelap kami rencana besok baru bicara dengan warga sekitar. Tapi pada paginya ada warga yang datang meminta untuk hentikan buang sampah disitu. Akhirnya untuk sementara kami hentikan sambil cari solusi lagi,”terang Amir.

Amir menambahkan, solusi terakhir dirinya sudah koordiansi dengan Dinas Pekerjaan Umum agar menurunkan alat berat untuk membuka hutan sekitar setengah hektar di lahan milik Pemkab Mansel di Hamawi, sebagai tempat pembuangan sampah sementara.

“Solusi terakhir untuk sementara waktu ini, harus kita buka hutan itu sekitar setengah hektar untuk kita buang sampah. Sambil menunggu pengurusan dokumen UKLUPL lahan dilokasi yang ditunjuk pemilik hak ulayat. Sekarang kami masih koordinasi,”kata Amir.

Pantauan terakhir pada Kamis (23/7) malam, sekitar pukul 22.40 WIT, tumpukan sampah di pasar Kenangan Ransiki sudah dipindahkan dan badan jalan sudah kembali bersih dari sampah.(MDR/R2]

Related posts
Manokwari Selatan

Lagi, Coklat Ransiki Dilirik Dunia

1 Mins read
Bupati Markus Waran. PENTUL,MANSEL-Lagi, coklat Ransiki dilirik dunia. Kali ini, investor dari Jepang, pemilik saham dari Ezaki Glico tertarik bekerjasama dengan Koperasi…
Manokwari Selatan

Bupati dan Wabup Mansel Pimpin Evaluasi Pelaksanaan Refocusing Anggaran

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemda Manokwari Selatan (Mansel) menggelar rapat evaluasi pelaksanaan refokusing anggaran guna mendukung penanganan pandemi covid-19. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat…
Manokwari Selatan

Markus Waran Teken MOU Pengembangan KSPN

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintah Kabupaten Manokwari Selatan melakukan penandatanganan MOU bersama Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari dan Pemkab Pegunungan Arfak. MOU itu terkait pengembangan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *