NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Polres Mansel Periksa Pelaku Penjual Senso Kayu “Aspal”

2 Mins read

Kasat Reskrim Polres Mansel bersama seorang jurnalis di Mansel sedang memeriksa Senso kayu yang diduga palsu.

MANSEL,PTC-Kapolres Manokwari Selatan AKBP Slamet Haryono Termawud SH melalui Kasatreskrim Polres Manokwari Selatan Iptu Otto Woff SH dikonfirmasi di ruang Reskrim Polres Mansel pada Senin (27/07/2020) benarkan pihaknya tengah tangani kasus penjualan Sensor kayu STHIL palsu (Asli Tapi Palsu/ASPAL) yang dilaporkan korban bernama Yoseph warga Oransbari pada 10 Juni lalu.

Dua pelaku bernama Andre Tukunan dan Hans Seripi saat itu tengah menjalani pemeriksaan/ penyidikan.
“Jika hasil pemeriksaan sore ini terbukti maka mereka di tahan”kata Woff.

Menurut Woff, untuk memastikan langkah hukum terhadap dua pelakut tersebut sampai ke tahap pemeriksaan, pihaknya kata Woff, telah melakukan Vicon dengan pemilik hak paten merek STIHL Indonesia di Jakarta belum lama ini setelah terima laporan dari korban.

“Setelah kami cek ke pemilik hak paten atau lisensi STIHL di Jakarta bahwa benar adanya jika Senso yang mereka jual bukan STIHL asli alias barang palsu atau tiruan. Yang asli harus ada kode S di Senso. Atas dasar itu kita melakukan pemeriksaan yang sedang berjalan ini. Jika terbukti akan kami tahan,”tegas Woff.

Woff melanjutkan, kedua pelaku tersebut bersama dua pelaku lainnya (yang masih dalam buruan) baru pertama kalinya menjual Senso dengan merek palsu tersebut ke wilayah Manokwari dan Manokwari Selatan.

Barang tiruan yang mereka bawa sebanyak 60 unit yang dijualkan menyebar dari Manokwari hingga warga Mansel, dan salah satunya adalah korban yang melapor Yoseph membeli sebanyak 5 unit.

Pelaku kata Woff, sesuai hasil penyelidikan awal menjual harga bervariasi dari lima juta hingga lima setengah juta per unit Senso, padahal Senso STIHL asli harga di Jakarta perunitnya 14 juta rupiah.
“Mereka membawa sensor tersebut dari manado sebanyak 60 unit dan terjual 57 unit dan sisa yang belum terjual sebanyak 3 unit ada di kita”tandas mantan Kapolsek Oransbari dan Ransiki tersebut.

Cecar soal kronologi Yoseph warga Oransbari sampai melaporkan kasus tersebut, Woff menjelaskan, pada mula Yosep membei 5 unit sensor dari kedua tersangka, selang 1 minggu kemudian 2 unit sensor yang dibeli mengalami kerusakan.
Mendapat Senso rusak Yosep mencoba mencocokan isi dari mesin Senso Aspal dan mencocokan dengna Senso STIHL lama miliknya dan ternyata mesinnya berbeda dan Ia mencurigai bahwa barang yang dia beli itu palsu.

Merasa dirugikan, Yoseph berinisiatif melaporkan kejadian tersebut di polsek Oransabari dan dilimpahkan ke Polres Mansel.

“Mereka beroperasi sudah lima bulan, sasarannya masyarakat umum. Mereka di jemput di Wosi. Bila terbukti bersalah. Keduanya akan dikenakan pasal Perlindungan hak konsumen dan pasal merek dan indikasi geografis (MIG) dan ancam dipidana lima tahun. (MDR/R2)

Related posts
Manokwari SelatanPendidikan

Pemkab Mansel mendukung Pembentukan CDP untuk Urai Persoalan Pendidikan SMA

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Rencana Dinas Pendidikan Papua Barat akan bentuk empat Cabang Dinas Pendidikan (CDP) mendapat Dukungan dari Pemda Manokwari Selatan (Mansel). Diketahui, realisaikan kebijakan…
Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam…
Manokwari Selatan

Pelaksanaan UAS Tingkat SD Kabupaten Manokwari Selatan, Ketat Prokes

1 Mins read
PENTUL,MANSEL
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *