NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Alasan 12 Kampung di Distrik Daran Isim Sepakat untuk Akhiri BLT “Covid” dan Beralih ke Program Kampung

1 Mins read

MANSEL,PTC-Dua belas (12) pemerintahan Kampung di distrik Dataran Isim Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), telah sepakat mengakiri penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) kepada warganya dalam masa pandemi Covid 19 dari dana desa/kamping untuk penyaluran tahap keduanya.

Mereka menilai penggunaan Dana Desa lebih tepatnya dikembalikan kedalam program kerja desa/kampung seperti sedia kala, agar pembangunan fisik seperti sebelumnya, misalkan pembangunan rumah warga, jalan kampung dan kebutuhan dasar warga kampung yang lainnya dapat berjalan normal dan bisa nampak, ketimbang dibagi dalam bentuk BLT kepada perorang yang pada akhirnya tidak terlalu bermanfaat untuk masyarakat kampung secara umum dalam jangka panjang.

Kesepakatan itu menurut Kepala Distrik Dataran Isim, Agus Iba, diambil dan diusulkan pada saat pertemuan beberapa waktu lalu bersama tim pendamping kampung dari Kabupaten Manokwari Selatan Papua Barat.

Adapun alasan lain (pemerintahan kampung) kata Agus Iba, warga menilai Manokwari Selatan khususnya wilayah distrik Dataran Isim termasuk kedalam Sona hijau, apalagi keberadaan Distrik Dataran Isim jauh dari keramaian orang ataupun transportasi umum.

Begitu juga, warga distrik Dataran Isim dari 12 kampung jarang bepergian keluar dari distrik. Kemudian sambung Iba, penerapan protokol kesehatan yang dianjurkan Pemkab Mansel melalui Tim Covid telah maksimal dilaksanakan di Isim.

“Sehingga mereka menilai dana desa penyaluran tahap berikut itu mereka tidak setuju untuk pembagian dalam bentuk BLT untik Covid,”

“Dong (mereka) maunya kembali ke program. Kemari pada pertemuan itu mereka maunya semua kampung dikembalikan ke program awal. Akhirnya 12 kampung sepakat,”

“Cukup tiga bulan ini mereka sudah biayai melalui BLT. Pencairan berikutnya ini mereka pada prinsipnya fokus ke program, tidak untuk BLT Covid, mereka mau bangun kampung,”

“Jadi mereka anggap itu tidak terlalu mendesak , kecuali ada kasus. Sehingga fix 12 kampung sepakat untuk kembalikan keprogram, tidak lagi BLT,”jelas Agus.

“Dasar lain dari mereka adalah dengan dana desa melalui program mereka bisa bangun rumah, jalan kampung yang nampak ketimbang bagi BLT perorang tidak kelihatan hasilnya. Jadi kita juga akhirnya sepakat itu,”pungkas Agus Iba. (MDR/R2)

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *