NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Plus 155 ASN Jalur Pengangkatan, Pemkab Mansel Umumkan 845 CPNS Formasi 2018 Waktu Dekat

2 Mins read

MANSEL,PTC-Dalam waktu tidak lama lagi Pemerintah Daerah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) akan mengumumkan hasil tes CPNS formasi 2018 berjumlah (kuota) 845 dengan porsi 80 persen untuk orang asli Papua.

Kepastian itu disampaikan Bupati Markus Waran, melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung saat menerima perwakilan para pencari kerja (Pencaker,red) Mansel dihalaman DPRD Kabupaten Manokwari Selatan, sela Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Manokwari Selatan masa sidang II tahun 2020, dalam rangka Penyampaian dan Pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Manokwari Selatan tentang APBD tahun anggaran 2020, Senin, (24/8) sekitar pukul 12.30 WIT di Oransbari.

Dalam penjelasannya kepada para pencaker, Rengkung juga menyampaikan kejutan yaitu Bupati Mansel telah menyetujui bahwa pada waktu bersamaan Pemkab Mansel juga akan mengumumkan pengangkatan 155 ASN melalui mekanisme jalur pengangkatan.

“Sedianya aspirasi ini sudah diterima oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalau, dan sudah berangkat ke Jakarta dan diwakili oleh pencaker yang ikut bersama dalam rombongan bersama bupati. Dan hasilnya sudah jelas bahwa 845 formasi CPNS yang ada di Mansel diserahkan kembali ke daerah untuk menetapkan dengan 80 persen untuk OAP dan 20 persen untuk pendatang atau suku Nusantara yang ada di Mansel,”jelas Wabup Rengkung.

Sehingga berbagai prasangka yang ada selama ini bahwa Pemda menunda-nuda, sebenarnya itu tidak ada. Tapi sebaliknya kerja keras pak bupati dan sodara badan kepegawaian, menata ulang seluruh pencaker yang ikut tes untuk menjadikan porsi 80 persen OAP terpenuhi.

“Hasilnya sudah selesai dan akan dibawa ke Jakarta untuk disahkan di Menpan RB,”terang mantan Kabag Keuangan Manokwari tersebut.

Disisi lain, ada 155 pencaker yang sudah bekerja di Mansel yang umurnya sudah lewat sehingga itu menjadi beban daerah, dibiayai dengan SK daerah.

“Jadi kita akan memiliki 1000 tenaga pencaker yang akan menjadi ASN,”tandas Rengkung.

Jadi pemerintah berharap ditahun kedua pemerintah tidak lagi membayarkan hak-hak mereka yang akan menjadi tanggungjawab daerah.

“Begitulah petunjuk dari pak bupati yang saat ini sedang sekolah partai di Manokwari ke saya. Agar memberikan pencerahan dan penjelasan kepada semua pencaker jika ada yang datang menanyakan seperti hari ini,”terangnya.

Dan hal ini lewat sidang bersama DPRD hari ini, kami akan menyampaikan kepada pimpinan DPRD Manokwari Selatan dan para anggota bahwa pada akhirnya nama-nama yang masuk kedalam kategori 80 persen adalah OAP. Tidak ada titipan wakil bupati, sekda maupun para asisten.

Seluruhnya diperuntukan untuk OAP. Sehingga mari kita hilangkan pikiran pikiran yang negatif bahwa pemerintah sedang berusaha untuk menukar dengan yang lain, tidak ada.

Kami berusaha untuk OAP. Dan pemerintahan juga selama ini telah memperhatikan nasib ribuan tenaga honor dengan membayar penghasilnya bagi mereka yang sudah bekerja setiap bulannya.

“Jadi bekerjalah dengan baik mempersiap diri untuk jadi ASN. Hari ini kami tidak menyebutkan nama secara langsung diantara kalian ini sudah jadi ASN tapi semua itu sudah ada didalam formasi itu dan tinggal tunggu waktu saja,”pungkasnya.

Masih ditempat yang sama, setelah Wakil Bupati menyampaikan hal tersebut, penjelasan yang sama juga dilanjutkan oleh Kepala BKSDM Mansel, Adolof Kawei.

Pada kesempatan tersebut puluhan perwakilan pencaker yang hadir dibawa komando Michel Inden, menyambut hal itu dengan catatan.

Mereka tetap mengawal aspirasi mereka agar 80:20 sesuai komitmen Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan dan Bupati Mansel, Markus Waran yang sempat diperjuangkan kedua tokoh Arfak yang saat ini menjabat Gubernur dan Bupati hingga Jakarta.

Pantauan media ini pertemuan antara pencaker dan Wakil Bupati Mansel bersam jajarannya dan disaksikan sejumlah forkopimda termasuk Wakapolres Mansel, Kompol Surot, sempat alot karena para pencaker merasa tidak nyaman atas kehadiran anggota keamanan khususnya personil Brimob yang ikut mengaman jalannya agenda tersebut, demi kenyamanan bersama.

Namun kejadian itu tidak berjalan lama, karena para pencaker memilih untuk bubarkan diri dan kembali datang bertemua Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung bersama pimpinan dan anggota DPRD pada pukul 15.44 WIT, hingga selesai dengan aman dab ditutupi dengan saling jabatan tangan. (MDR/R2).

Related posts
Manokwari SelatanPendidikan

Pemkab Mansel mendukung Pembentukan CDP untuk Urai Persoalan Pendidikan SMA

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Rencana Dinas Pendidikan Papua Barat akan bentuk empat Cabang Dinas Pendidikan (CDP) mendapat Dukungan dari Pemda Manokwari Selatan (Mansel). Diketahui, realisaikan kebijakan…
Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam…
Manokwari Selatan

Pelaksanaan UAS Tingkat SD Kabupaten Manokwari Selatan, Ketat Prokes

1 Mins read
PENTUL,MANSEL
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *