NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Putra Asli Papua Berdayakan Petani Pala Lewat Koperasi di 4 Kampung Ini

2 Mins read

KAIMANA,PTC– Tak ingin rakyatnya seperti ‘tikus mati di tengah lumbung padi’, karena potensi sumber daya alam yang melimpah ruah di Kaimana, Aris Bernad Oktovianus Fenetiruma, anak asli Kaimana ini, melakukan gebrakannya untuk memotivasi para petani pala di 4 kampung di wilayah Distrik Arguni Bawah.

Lewat kegigihannya melakukan pendekatan dengan petani, saat ini sebanyak 100 kepala keluarga (KK) yang merupakan para petani pala di 4 kampung tersebut, telah masuk menjadi anggota koperasi yang dibentuknya.

Dikatakan, 4 kampung tersebut yakni Kampung Manggera, Kampung Kufuriyai, Wermenu dan Kampung Egerwara.

Bekerjasama dengan Eco Nusa, dia terus mengajak sejumlah petani pala di wilayah kampung dan distrik lainnya untuk menjadi anggota koperasi.

Berkat usahanya ini Kepala Seksi Koperasi pada Dinas Perindustrian, Pedagangan, Koperasi dan UKM Kaimana ini, Dia mendapat kesempatan diwawancarai www.republika.co.id di Jakarta seperti dikutip KabarTriton.Net.

Tempat terpisah dalam keterangannya kepada www.kabartriton.net, Senin (14/9/2020) di Kaimana,dia mengatakan, saat wawancara eksklusif dengan Republika di siaran podcastnya, Jumat (11/9/2020), dia menjelaskan panjang lebar tentang pengembangan koperasi bagi petani pala di Kabupaten Kaimana.

Menurut dia, potensi pala di wilayah 4 kampung ini sangat menjanjikan, dengan hasil panennya setiap tahun meningkat cukup tajam, hingga saat ini produksinya mencapai 50 sampai 60 ton per tahun.

“Potensi masyarakat ini, kami lirik sebagai peluang baru. Namun, memang terbentur dengan berbagai kendala. Pertama yakni soal mindset dan cultureset masyarakat, yang memang harus membutuhkan pendampingan. Pendampingan yang kami lakukan dengan bicara dari hati ke hati, akhirnya masyarakat pun menerima. Karena mereka tahu, ada orang asli Papua yang juga peduli tentang mereka,” jelasnya.

Dia menambahkan, memang dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat ini, pendampingan tidak hanya datang dari pihaknya, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama.

“Saya juga sering berkomunikasi dengan Dinas Pertanian di bidang perkebunan, agar pola penanaman hingga panen perlu didampingi oleh instansi teknis lain. Karena kalau bicara soal kewenangan, memang lebih mengarah ke tugas dan wewenang instansi teknis lainnya. Namun, tidak berhenti sampai di situ, kita juga bisa melakukan dengan berkoordinasi. Dan Puji Tuhan, masyarakat di sana sudah mulai merasakan manfaatnya,” sambung Aris.

Dia lebih lanjut mengatakan, sebagai anak asli Papua, dirinya sendiri ingin agar adanya perubahan yang bisa mendorong masyarakat di kampung-kampung agar lebih maju, khususnya di bidang perkebunan pala ini.

“Hasilnya, kami dapatkan di lapangan bahwa masyarakat sudah semakin sadar bahwa dengan melalui koperasi, mereka sedikit terbantu. Artinya, hasil yang mereka peroleh, pertama ada savingnya atau simpanannya, tidak sekali dihabiskan. Mereka juga bisa terbantu untuk mendapatkan sembako yang lebih murah, dibandingkan harus turun ke Kota Kaimana dengan harga yang lebih mahal, belum lagi karena terbentur masalah transportasi, yang biayanya sangat besar jika menggunakan longboat ke Kaimana. Masyarakat sudah bisa mendapatkan sembako murah, langsung di kampungnya masing-masing,” jelas Aris panjang lebar.

Dia sangat berharap, agar pengembangan usaha masyarakat asli Papua di Kaimana dengan sejumlah potensi yang dimiliki mereka, tidak hanya dilakukan secara parsial, tetapi harus dilakukan secara bersama oleh sejumlah instansi teknis di wilayah ini.

Seperti kata “Yang Muda Yang Berkarya, Aris Fenetiruma telah membuktikan. Dia adalah anak asli Papua yang peduli dengan pengembangan masyarakatnya. Lalu kapankah kita??(ANI-R2)

Related posts
Manokwari Selatan

Pertama di Papua Barat, Kemendes dan Pemkab Mansel Launching Program Tekad 

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pertama Kali di Papua Barat, Pemkab Manokwari Selatan (Mansel) bersama Kementrian Daerah Tertinggal (Kemendes) melaunching program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad)…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Hingga September, Ekspor Kakao Kering Ransiki Capai Rp. 8,3 Miliar

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Kakao Ransiki kembali diekspor ke luar negeri melalui sejumlah mitra. Terbaru, hampir 11 ton Kakao Ransiki diekspor kepada PT Cargill Surabaya…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *