NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Dr. Ishak Musaa’d, MP pimpin Tim UNIPA, Kaji Indikasi Geografi Kopi Arabika Tolikara

2 Mins read

Foto : Diskusi antara Tim Peneliti Unipa bersama Kepala dinas pertanian dan perikanan kabupaten Tolikara. (foto istimewa)

Kabupaten Tolikara merupakan kabupaten yang baru dimekarkan menjadi Daerah Otonom baru di Provinsi Papua pada tahun 2002.

Kabupaten Tolikara sendiri mempunyai kesuburan tanah cukup tinggi dan sangat cocok untuk pengembangan dunia pertanian. Secara spesifik, Kabupaten Tolikara miliki tiga komoditi unggulan dan strategis diantaranya adalah buah merah, nenas dan kopi.

“Jika potensi ini dikembangkan maka Kabupaten Tolikara dapat menjadi salah satu kabupaten yang berkembang pesat,”

Dari 3 komoditi diatas, kopi merupakan salah satu potensi yang perlu dikembangkan.

Untuk diketahui Kabupaten ini terletak pada 4o 98’ – 7o 10’ derajat lintang selatan dan 139o 90’ -1410 bujur timur, dan terletak pada ketinggian 1000 – 3.300 mdpl.

Untuk itu, potensi kopi arabika diyakini akan terus berkembang, tumbuh subur dan hasil yang baik, karena didukung berbagai factor, salah satunya adalah factor lingkungan (iklim dan tanah) wilayah pegunungan tengah Papua yang sangat sesuai untuk pembudidayaan kopi Arabika.

Selain factor lingkungan, dibutuhkan pula dukungan sumber daya manusia dan manajemen pengelolaan yang baik untuk menghasilkan produk kopi arabika yang berkualitas dan dapat bersaing di pasaran.

Untuk mendukung pengembangan kopi Arabika di wilayah penggunungan Papua, terlebih khusus di wilayah Kabupaten Tolikara, Tim Peneliti Unipa yang dipimpin Dr. Ishak Musaa’d, MP., telah melaksanakan kajian indikasi geografis pada beberapa wilayah distrik yang menjadi sentra produksi kopi.

Dr. Ishak Musaa’d, MP yang juga ketua lembaga HAKI Unipa menjelaskan bahwa tim HAKI Unipa sebelumnya telah melaksanakan kajian indikasi geografis produk unggulan di wilayah Papua, diantaranya adala Pala di Fak Fak dan Kopi Arabika Wamena.

Kali ini tim UNIPA tengah kajian indikasi geografis kopi Arabika di Kabupaten Tolikara.

Dr. Ishak Musaa’d, MP menambahkan pula bahwa, tujuan dari kajian indikasi geografis kopi Tolikara adalah :

1). memperjelas identifikasi produk kopi Tolikara dan menetapkan standar produksi dan proses diantara para pemangku kepentingan Indikasi Geografis;

2). menghindari praktek persaingan curang serta memberikan perlindungan konsumen dari penyalahgunaan reputasi Indikasi Geografis;

3). menjamin kualitas produk kopi Tolikara berdasarkan Indikasi Geografis sebagai produk asli sehingga memberikan kepercayaan pada konsumen;

4). membina petani kopi local di Toilkara, mendukung koordinasi, dan memperkuat organisasi sesama pemegang hak dalam rangka menciptakan, menyediakan, dan memperkuat citra nama dan reputasi produk;

5). meningkatnya produksi dikarenakan di dalam Indikasi Geografis dijelaskan dengan rinci tentang produk berkarakater khas dan unik.

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Tolikara,  Ir. Palangsong Latuconsina, M.Si, menjelaskan bahwa pembudidayaan tanaman kopi oleh petani di Kabupaten Tolikara hampir menyebar di semua distrik, dan dikelompokan menjadi 4 wilayah pengembangan, yaitu : wilayah pengembangan I mencakup : Karubaga, Wena, Anawi, Ugi, Kai, Numba, wilayah pengembangan II: di Kanggime, Aweku, Gilobandu, Kwari;

Wilayah pengembangan III : di Kembu, Panaga, Timori, Bundagi, Telenggeme, dan wilayah pengembangan IV : Bokondoni, Bokoneri, Bewai.

Tersebarnya pekebun kopi di wilayah Tolikara perlu di kelola secara baik, oleh karena itu, melalui kajian indikasi geografis akan dibentuk pula organisasi atau Kelompok Masyarakat pelindung indikasi Geografis (MPIG) Kopi Tolikara.

Dengan kajian indikasi geografis Kopi Tolikara, Ir. Palangsong Latuconsina, M.Si berharap produk kopi Tolikara mendapatkan lisensi/sertifikat yang dilindungi oleh hukum, selain itu reputasi  kawasan Indikasi Geografis wilayah Pengembangan kopi di Kabupaten Tolikara akan ikut terangkat, baik itu produk kopi yang dihasilkan, keindahan alam, pengetahuan tradisional, sumberdaya hayati,  dan pengembangan agrowisata.

Jika semua tujuan ini tercapai, maka peningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terutama petani kopi di Kabupaten Tolikara turut meningkat.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Palangsong Latuconsina, M.Si menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada kepada Tim HAKI Unipa yang telah melaksanakan kajian IG kopi Tolikara. Harapan kami, kiranya dengan kerjasama ini, tujuan untuk meningkatkan komoditi kopi arabika, serta pengembangan dan pemberdayaan petani kopi arabika di Kabupaten Tolikara dapat tercapai dan turut meningkatkan perekonomian dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Tolikara,” tukas Latuconsina.

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Manokwari SelatanOlahraga

Ada Angin Segar dari Kemenpora untuk Bidang Olahraga Mansel

1 Mins read
Kadispora Mansel, Marten Rumaseb/Lio PENTUL, MANSEL-Usaha dan Kerja Keras untuk mengukir prestasi demi prestasi terus di lakukan oleh talenta muda Segitiga Emas…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *