NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Serius Tangani Persoalan Lingkungan Ini, DLH Maybrat Gandeng UNIPA Manokwari

1 Mins read

MAYBRAT,PTC– Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maybrat Papua Barat gandeng akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Papua (UNIPA) Manokwari gelar sosialisasi di Sekertariat Kantor Bupati Maybrat.

Sosialisasi bertemakan Pengendalian lingkungan hidup dan pengelolaan persampahan di tanah Maybrat ini, dibuka oleh Bupati Bernad Sagrim melalui staf ahli bidang keuangan Melianus Wafom, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari oleh narasumber dari UNIPA, Agustinus Murjoko dan Donny Ariston Jitmau.

Usai Kegiatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maybrat Hendrikus Susim saat ditemui, menuturkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekedar sosialisasi semata namun dari hasil diskusi ini menjadi acuan penentan arah kebijakan pembangun yang tentunya berwawasan lingkungan, termasuk pengelolaan persampahan.

“Sosialisasi ini penting kita lakukan di Maybrat, karena Kabupaten relatif baru, sudah tentu akan ada kebijakan pembangunan yang mengorbankan sumberdaya alam kita di wilayah Maybrat. Jadi sosialisasi ini kita lakukan kepada masyarakat terutama pelaku usaha supaya arah kebijakan yang diambil kedepan saling menguntungkan kedua pihak,”kata Susim, Rabu (30/9).
Ia mengatakan, demi menertibkan dan menentukan arah kebijakan pembangunan yang tidak berdampak pada lingkungan ataupun mengorbankan masyarakat, pihaknya terus melakukan kerjasama dengan cabang dinas Kehutanan (CDK) Maybrat sebagai mitra strategis.
“Puji Tuhan kemarin kita sudah kerjasama dengan CDK, kita ajukan program ke pak Bupati, beliau sudah meresponnya, mudah-mudahan tahun 2021 sudah bisa berjalan baik,”terangnya.

Selaku akademisi, Agustinus Murjoko menambahkan bahwa konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan sebenarnya sudah dimiliki secara tradisional oleh masyarakat Maybrat pada umumnya, tinggal diangkat dan dipadukan atau dikemas dengan dialektika pembangunan di era sekarang ini.
“Kalau jaman dulu kan pengelolaan-pengelolaan secara tradisional kan mereka sudah tau, misalnya pembukaan kebun dan sebagainya di mereka saat itu sudah ada aturannya, ada caranya yang biasa disebut dengan kearifan lokal, nah, di era modern ini kita harus bangkitkan itu kembali, jadi di era modern ini kita harapkan generasi yang sekarang harus mempunyai konsep itu,”paparnya.

“Jadi ini sebenarnya kita hanya membangkitkan saja kembali bahwa dulu sudah ada, kita harus lebih tau lagi karena jangan terlena dengan antusiasme pembangunan tapi tidak mempertimbangkan konsep-konsep wawasan pembangunan yang berbasis kearifan lokal atau tradisional,”pungkasnya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Kapolres Maybrat, Kompol Bernadus Okoka, Kepala CDK Maybrat, Martinus Wafom, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Hendrikus Susim, kepala Dinas Perdagangan Jhon Frabuku, Kepala Dinas Pemberdayaan Kampung Marten Sraun, pihak PLN, Pihak Bandara, para tokoh, para pelaku usaha dan tamu undangan. (Charles Fatie/R2)

Related posts
Manokwari SelatanPendidikan

Pemkab Mansel mendukung Pembentukan CDP untuk Urai Persoalan Pendidikan SMA

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Rencana Dinas Pendidikan Papua Barat akan bentuk empat Cabang Dinas Pendidikan (CDP) mendapat Dukungan dari Pemda Manokwari Selatan (Mansel). Diketahui, realisaikan kebijakan…
Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam…
Manokwari Selatan

Pelaksanaan UAS Tingkat SD Kabupaten Manokwari Selatan, Ketat Prokes

1 Mins read
PENTUL,MANSEL
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *