NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

DPRD Maybrat Prihatin Dengan Kondisi Wajah Ibu Kota, Seperti “Kota Mati”

1 Mins read

Agustinus Tenau saat terima aspirasi dari warga ibukota Maybrat.

PENTUL,MAYBRAT-Wakil Ketua Dua DPRD Maybrat, Agustinus Tenau, mengungkapkan prihatinya tentang kondisi Kumurkek. Sebagai wajah ibu Kota, wajah Kumurkek ibu kota Maybrat sejauh ini belum ditata dengan baik setelah ditetapkan sebagai ibu kota.

Hal ini disampaikan poltikus senior NasDem Maybrat ini saat menerima banyak aspirasi warga Kumurkek dalam kegiatan menjaring aspirasi masyarakat (asmara) di Kampung Faitmayaf pada Selasa (17/11) Kumurkek.

Dalam pertemuan itu, masyakarat Kumurkek Raya mengusulkan sejumlah hal prioritas yang harus di perhatikan serius oleh pemda Maybrat, seperti jalan lingkar ibukota, drainase, jembatan, air bersih, dan penataan ruang di dalam wilayah ibukota.

Setelah Agustinus menerima aspirasi warga, Ia mengatakan Kumurkek merupakan pusat pemerintahan yang telah diamanatkan dalam undang-undang nomor 13 tahun 2009 dan direvisi kedalam PP nomor 41 tahun 2019, karena itu sudah wajib hukumnya harus diperhatikan serius oleh pemerintah terutama pembangunan penataan kota yang benar termasuk pembanguann sarana prasarana seperti harus ada ruas jalan lingkar ibukota dan serta pembangunan infrastruktur kota lainnya sebagaimana sebuah ibu kota Kabupaten yang menawan dan berwibawa.

“Jadi terkesan mulai dari tahun ke satu sampai sekarang tahun ke sebelas, Kumurkek ini kan menjadi pusat pemerintahan, tapi fakta dan realitanya ini menjadi tempat kumuh, kota mati. Orang akan bertanya dimana pusat pemerintahan, dimana pusat ibukota, orang akan bilang Faitmayaf, orang akan bilang Kumurkek, orang akan tanya Kumurkek dimana, oh disni, Kok masa gitu sih kotanya? ini nggak layak ibukota dari sisi tata ruang,”terang politisi senior partai NasDem itu lagi.

Karenanya, selaku wakil rakyat, Dirinya meminta dukungan penuh pimpinan dan anggota DPRD termasuk eksekutif agar aspirasi warga Kumurkek raya atau warga ibukota supaya bisa diakomodir pada pembahasan APBD 2021 mendatang.
Pembahasan sendiri rencana akan dilaksanakan pada 26 November tahun ini.

Menurut Agustinus, Kumurkek jangan diidentikkan lagi dengan sisi kewilayahan atau partai apapun, namun Kumurkek perlu dijalankan sesuai amanat dan perintah undang-undang.
“Ini sudah wajib hukum, sudah tanpa kompromi, suka nggak suka, senang nggak senang, ini perintah undang-undang wajib hukum harus dibangun sapras termasuk juga penataan ruang disini,” tegasnya.

Agustinus jug mengajak semua pihak untuk melupakan segala hal tentang perbedaan politik dan jadikan Kumurkek sebagai pusat Sentral penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
“Sehingga apa yang diusulkan ini, kami dari DPRD akan menyuarakan ini dalam pembahasan KUA PPAS maupun RAPBD 2021, ini urgent kita tidak lihat soal siapa yang kerja, tapi ini harus di akomodir,”tutup Tenau. (Charels Fatie/MDR)

Related posts
Manokwari SelatanPendidikan

Pemkab Mansel mendukung Pembentukan CDP untuk Urai Persoalan Pendidikan SMA

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Rencana Dinas Pendidikan Papua Barat akan bentuk empat Cabang Dinas Pendidikan (CDP) mendapat Dukungan dari Pemda Manokwari Selatan (Mansel). Diketahui, realisaikan kebijakan…
Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam…
Manokwari Selatan

Pelaksanaan UAS Tingkat SD Kabupaten Manokwari Selatan, Ketat Prokes

1 Mins read
PENTUL,MANSEL
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *