NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Peta Hutan Adat Marga Baho Diharapkan Jadi Contoh di Tanah Papua

1 Mins read

PENTUL,MAYBRAT-Pemerintah Kabupaten Maybrat tengah beruapa dan berkomitmen ingin melegalkan secara hukum seluruh hutan adat milik semua marga di wilayah itu agar status kepemilikannya sah dimata hukum.

Contoh pertama yang tengah diperjuangkan adalah Hutan adat Marga Baho yang ingin diabadikan melalui peta dan sah Dimata hukum, kedeannya diharapkan hutan marga Baho tersebut menjadi model/contoh bagi seluruh hutan adat di tanah Papua pada umumnya.

“Nanti kalau hutan adat ini sudah jadi maka ini jadi yang pertama di Papua, sehingga semua yang sudah dikerjakan ini saya harap kedepan jadi model untuk seluruh tanah Papua dan Papua Barat ini,”ujar sekertaris Daerah kabupaten Maybrat, Jhoni Way Saat membuka kegiatan seminar sehari secara webinar di Sekretariat Daerah Maybrat, Kamis (24/11).

Dijelaskan Sekda, Hutan adat Marga Baho yang memiliki luasan kurang lebih mencapai 2000 hektare itu tentu perkara yang cukup rumit untuk dikerjakan, sebab perlu selesaikan dulu kesepakatan antar batas-batas Marga, termasuk upaya-upaya dalam melakukan identifikasi terhadap berbagai ketersediaan flora dan fauna untuk dimuatkan kedalam peta tersebut sehingga dengan mudah akan ditindaklanjuti ke kementrian kehutanan untuk dilegalkan menjadi tanah adat yang berkekuatan hukum.

“Jadi jangan sampai nanti peta ini kosong, harus kita perlu identifikasi, ada gunung berapa di dalam hutan itu, sungai ada berapa, ada pohon kayu besi dan matoa berapa, ada maleo berapa, cendrawasih berapa, ada babi berapa, kasuari berapa, semua ini harus kita identifikasi, jadi semua ini kalau peta su jadi kita akan gampang cek, saya harap bapak-bapak semua berikan suport informasi,”harapnya.

Selain Marga Baho, mantan Alumni Fakultas Kehutanan UNIPA Manokwari ini juga ingin semua hutan adat milik Marga yang ada di kabupaten Maybrat harus di petakan secara hukum adat supaya satu kali akan diperdakan seluruhnya oleh DPRD.

Isak Baho perwakilan Marga Baho menjelaskan ada enam (6) Marga yang mempunyai wilayah berbatasan langsung dengan Marga Baho yakni kocu, safuf waiyer, atanay, faan, wafom esyam, dan Marga tubur.
Ke-enam Marga tersebut pun telah menyetujui bersama batas wilayah.

“Saya selaku Marga Baho sangat senang dan mendukung penuh supaya tahah adat kami bisa disahkan secara hukum, semua Marga yang punya batas wilayah dengan kami sudah setuju dan kami sudah melakukan itu semua melalui proses adat,”pungkasnya.

Acara seminar sehari yang bertajuk “Pengusulan Hutan Adat Marga Baho Suku Aifat Kabupaten Maybrat” tersebut dimoderatori oleh Edison Wafom bersama Narasumber dari Samdana, Yunus Yumte. (Charles Fatie/MDR)

Related posts
Manokwari SelatanPendidikan

Pemkab Mansel mendukung Pembentukan CDP untuk Urai Persoalan Pendidikan SMA

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Rencana Dinas Pendidikan Papua Barat akan bentuk empat Cabang Dinas Pendidikan (CDP) mendapat Dukungan dari Pemda Manokwari Selatan (Mansel). Diketahui, realisaikan kebijakan…
Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel). Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam…
Manokwari Selatan

Pelaksanaan UAS Tingkat SD Kabupaten Manokwari Selatan, Ketat Prokes

1 Mins read
PENTUL,MANSEL
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *