NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari SelatanPendidikan

Upaya Disdik Mansel Menghadap Tuntutan Pendidikan Berbasis Teknologi Ditengah Keterbatasan

1 Mins read

PENTUL,MANSEL-Pendidikan berbasis teknologi dirasa belum maksimal di Manokwari Selatan (Mansel).

Padahal, Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tengah mengupayakan perbaikan dalam meningkatkan dunia pendidikan Tanah Air, di mana perbaikan pada infrastruktur dan teknologi menjadi salah satu point penting.

Alih-alih perbaikan dan peningkatan, dari data yang diterima, tidak satupun SD di Mansel memiliki komputer.

Padahal ini penting dalam menunjang sekolah dalam menghadapi regulasi baru yakni Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional.

“Empat upaya perbaikan terus kami kerjakan bersama berbagai elemen masyarakat. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi, dan asesmen,” ujar Mendikbudristek Nadiem Makarim, lewat amanat yang dibacakan Wakil Bupati Mansel Wempi Rengkung, saat menjadi pembina upacara dalam rangka Hardiknas 2021, di Lapangan SD 74 Siwi, Distrik Momiwaren, Senin (3/5/2021).

Peningkatan sistem pendidikan tersebut dikatakan merupakan wujud dari kemerdekaan belajar yang sejati.

“Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan Merdeka Belajar. Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Mansel Christofol Mandacan menerangkan, Asesmen Nasional yang akan dimulai di 2021 ini, menjadi kendala tersendiri yang harus dihadapi sekolah-sekolah di Mansel.

“Sekolah sekarang ini mulai dari SD kelas 5 sudah ada asesmen. Minimal sudah harus punya komputer. Kita juga mau tidak mau sudah harus ikuti regulasi Asesmen Nasional ini,” ungkapnya.

Christ menjelaskan, untuk mensiasati hal tersebut, Disdik Mansel akan menggabungkan ujian asesmen SD dengan SMP yang sudah memiliki fasilitas komputer.

“Jadi nanti kita SD karena tidak memiliki komputer, harus bergabung dengan SMP yang sudah ada fasilitas tersebut. Kalau SMP sudah 60 persen sudah memiliki komputer. Sedangkan SD memang sampai sekarang belum ada satupun sekolah yang memiliki fasilitas tersebut. Tapi nanti tetap kami akan upayakan,” tegasnya.(REDAKSI)

Related posts
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Pemerintah Pusat Diminta Dukung Penuh Pengembangan Kakao Ransiki

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pemerintahan Manokwari Selatan (Mansel) melalui Wakil Bupati, Wempi Welli Rengkung berharap ada dukungan penuh dari Pemerintahan Pusat terhadap pengembangan komoditas unggulan…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Prof. Charlie : Pembangunan Pabrik Pengolahan Coklat Rampung Akhir Tahun

1 Mins read
PENTUL,MANOKWARI-Kepala Balitbangda Provinsi Papua Barat, Prof. Charlie Hehatubun pastikan pembangunan rumah pabrik pengolahan coklat di Ransiki rampung akhir tahun ini. Menurut Charlie,…
Manokwari Selatan

Rumaseb : Tiga Karang Taruna Segera Dilantik

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Pengembangan kepemudaan di Mansel terus digembleng. Hal ini tak lepas dari niatan meningkatlan kapasitas pemuda di daerah tersebut. Kepala Dinas Pemuda…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *