NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Wabup Rengkung Buka Kegiatan Sekolah Lapang Pemanfaatan Informasi Iklim bagi Petani Kakao

2 Mins read

PENTUL, MANSEL-Wakil Bupati Manokwari Selatan, Wempi Welli Rengkung resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Tematik terkait pemanfaatan informasi iklim dan cuaca guna menunjang peningkatan produksi kakao di Ransiki.

Kegiatan digelar Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Manokwari Selatan (Mansel) tersebut berlangsung disalah satu hotel di Ransiki, Rabu (1/9/2021), yang dihadiri Uci Sanusi, Kepala Stasiun Klimatologi Manokwari Selatan, Cahyo Nugroho, S.E, S.Si, Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah V. dan dihadiri sejumlah petani kakao Mansel.

Rengkung mengatakan, pemahaman terkait keadaan cuaca bisa memberikan informasi bagi para petani yang nantinya bermanfaat pada pengembangan serta peningkatan produksi sektor pertanian dan perkebunan di Mansel.

Pasalnya terang Rengkung, kontribusi utama sektor perkebunan terhadap pembangunan nasional telah berhasil secara nyata meningkatkan devisa negara, menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menunjang sektor non pertanian melalui penyediaan bahan baku untuk industri pengolahan.

Untuk itu keberadaan usaha perkebunan perlu mendapat perhatian serius dari Negara. undang-undang sebagai dasar dan acuan usaha perkebunan, yaitu Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan.

“Kondisi iklim yang sangat beragam merupakan tantangan utama dalam pengelolaan berbagai sektor, termasuk salah satunya sektor perkebunan kakao di Koperasi Produsen Ebier Suth Cokran yang terletak di Ransiki. Kakao ini salah satu komoditas lokal unggulan di Papua Barat. maka perlu ada upaya peningkatan kapasitas Produksi dan memahami informasi iklim serta dampak dari perubahan iklim terhadap produksi kakao di Koperasi Produsen Ebier Suth Cokran,”paparnya.

Rengkung kemudian mengimbau agar setiap petani kakao yang menjadi peserta SLI ini bisa memaksimalkan kesempatan yang ada guna menimba ilmu sebanyak-banyaknya terkait keadaan dan kondisi iklim.

“Saudara sekalian telah terpilih sebagai peserta kegiatan, oleh karena itu gunakanlah kesempatan ini untuk belajar dengan baik. Sehingga nantinya saudara benar-benar memiliki ilmu pengetahuan dan ketrampilan untuk menunjang keberhasilan program-program BMKG. Ambilah kesempatan untuk menimba ilmu, berdiskusi dan tukar pengalaman baik dengan teman sesama peserta maupun narasumber untuk memecahkan masalah-masalah di tempat saudara bekerja,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala BMKG Balai V Jayapura Cahyo Nugroho mengatakan, memasuki musim pancaroba yang dibarengi dengan makin sering terjadinya cuaca ekstrim, ikut berpotensi menggangu ketahanan pangan.

“Untuk itu perlu dilakukan upaya pendekatan guna mengantisipasi atau mengatasi masalah ketahanan pangan untuk mewujudkan visi dan misi program awacita tentang kedaulatan pangan dan pengembangan ekonomi maritim dan kelautan terutama di masa adaptasi kebiasaan baru sekarang ini,” ungkapnya.

Dijelaskan Nugroho, SLI ini merupakan program prioritas nasional dengan tujuan utama untuk memberikan pemahaman terkait pemanfaatan informasi cuaca dan iklim secara efektif dalam mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media pertukaran pengetahuan, informasi, diskusi dan ajang berbagi pengalaman dari para narasumber, penyuluh pertanian, komunitas petani, media cetak dan elektronik serta stakeholder lainnya,” jelasnya.

Sebagai institusi yang berwenang menyelenggarakan pengamatan cuaca dan iklim, BMKG telah membuat beberapa program kegiatan sebagai bentuk respon berupa rencana aksi.

“Melalui SLI tematik 2021 diharapkan peningkatan pemahaman para petani dan penyuluh pertanian serta komunitas kelompok tani dan stakeholder dalam bidang pertanian dan perkebunan lainnya terkait informasi cuaca dan iklim serta pemanfaatannya sehingga dapat mendukung kegiatan pemerintah dalam hal ketahanan pangan serta nawacita pembangunan di bidang pertanian dan perkebunan,”pungkasnya. (REDAKSI)

Related posts
Manokwari Selatan

Markus Waran Diundang Bank Indonesia Papua Barat Jadi Pembicara 

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bupati Manokwari Selatan Markus Waran di undang kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Papua Barat ke Kabupaten Tambrau, menjadi pembicara bagi petani Kopra…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Bank Indonesia Bantu Tiga Mesin Pengolahan Coklat Batangan kepada Koperasi Ebier Shut

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat, menyalurkan tiga buah mesin senilai Rp.200 juta kepada rumah produksi pengolahan coklat batangan milik koperasi Ebier…
Manokwari Selatan

Gebrakan Kadis DLH, Mulai Jemput Sampah Rumah Tangga di Oransbari

1 Mins read
PENTUL, ORANSBARI-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari Selatan (Mansel) tengah mencari solusi mengatasi persoalan sampah di daerah tersebut. Kepala DLH Mansel Christofol Mandacan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *