NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Selama Tiga Bulan 43 Mahasiswa Unipa Magang di Koperasi Ebier Shut

3 Mins read

Ketua Koperasi Ebier Shut, Markus Waran dan Rektor Unipa, Meky Sagrim tandatangan kesepakatan serah terima 43 mahasiswa magang. 

PENTUL,MANSEL-Sebanyak 43 mahasiswa berasal dari kampus Universitas Papua (Unipa) Manokwari, akan melaksanakan program magang pertama di Koperasi Ebier Shut selama tiga bulan.

43 mahasiswa tersebut terdiri dari 15 mahasiswa smester lima program studi Agroteknologi dan selebihnya mahasiswa program studi Ilmu Tanah dan Agribisnis, Fakultas Pertanian Unipa.

“Mereka disini terhitung dari tanggal 14 September dan berakhir atau ditarik kembali ke kampus pada 14 Desember 2021 mendatang,”ujar Rektor ke lima Unipa, Dr. Meky Sagrim kepada wartawan di halaman Koperasi Ebier Shut usai seremonial penyerahan mahasiswa magang disaksikan Asiten II pada Setda Pemkab Manokwari Selatan, Yohanes Erari dan Ketua Koperasi Ebier Shut yang juga Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, pada Selasa (14/9/2021).

Menurutnya, program mahasiswa magang merupakan satu dari 8 program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayan.

Dimana mahasiswa diharuskan belajar di dunia industry, dunia usaha, untuk bekerja sama dengan lembaga bersangkutan untuk menumbuhkan kemampuan.

Dan hari ini, untuk pertama kalinya pihak Unipa melaksanakan program tersebut di Koperasi Ebier Shut Ransiki sejak diluncurkan kementrian pendidikan dan kebudayaan.

Selama tiga bulan magang kedepan, setiap mahasiswa mesti tuntaskan 20 SKS yang telah diambil kontrak oleh yang bersangkutan,”tukas Sagrim.

Karen fokus koperas Ebier Shut adalah pengembangan kakao sampai kepada produksi kakao dan pasca panen, maka mahasiswa yang ada ini harus melaksanakan pekerjaan sesuai jadwal yang disusun bersama.

“Kira-kira pekerjaan apa yang bisa dilakukan oleh mahasiswa, jadi mereka ini kerja mulai dari hulu sampai hilir, hulunya penyiapan bibit, lahan, budidaya, kegiatan pemeliharaan tanaman sendiri seperti pangkas bentuk, produksi, pengendalian hama penyakit sampai pasca panen itu yang harus mereka kerjakan selama disini,”terangnya.

Sagrim juga menekankan agar selama magang mahasiswa melakukan dengan sungguh – sungguh sebab outpun selama magang akan dinilai bobotnya melalui rekognisi tim khusus dosen yang ditunjuk Universitas Papua.

“Hasilnya akan diregoknisi, misaslkan dia punya mata kuliah Argonomi Umum. Selama magang nilainya bagus dimatakuliah ini maka yang bersangkutan tidak perlu kuliah lagi mata kulia tersebut di kampus, begitu juga dengan mata kuliha lainnya,”tukas Sagrim.

Untuk itu Sagrim pun minta mahasiswa jaga kekompakan, paling penting mahasiswa harus jaga kesehatan selama tiga bulan di Ransiki dan memberikan yang terbaik kepeda koperasi sesuai kemampuan.

Sementara itu, dalam sambuta saat penyerahan mahasiswa, baik itu Asisten II Pemkab Manokwari Selatan, Yohanes Erari maupun Ketua Koperasi Ebier Shut, Markus Waran, keduanya kompak menerima dan akan mendukung mahasiswa dengan senang hati selama magang berlangsung.

“Kita akan mendukung penuh terkait dengan akomodasi , keamanan dan sebagainya selama magang. Ada kampus kalian disebelah FKIP akan kita pake sebagai tempat tinggal. Kalau sakit kita juga sudah punya Rumah Sakit siap menangani nanti,”tambah Waran, mempromosikan keberadaan RSUD Ellia Waran kebanggan orang Mansel kepada mahasiswa.

Sebagai alumni dan mahasiswa pasca sarjan Unipa yang sebentar lagi menyadang gelar Doktor di Unipa, Markus Waran yang sedang jalankan tugas sebagai Bupati Manokwari Selatan periode kedua ini juga meminta mahasiswa agar semangat selama magang.

Dikesempatan yang sama Markus Waran juga menjelaskan keberadaan kebun coklat milik koperasi Ebier Shut peninggalan PT Cokran itu. Mulai dari luas lahan, hingga populasi kakao yang harus ditanam kembali atau peremajaan disejumlah titik, begitupun persoalan hama penyakit yang perlu penanganan khusus agar tidak menghambat hasil produksi kakao untuk memenuhi permintaan investor pengolahan kakao yang semakin hari semakin meningkat kepada pihak koperasi belakangan ini.

Alasan Dipilihnya Koperasi Ebier Shut oleh Unipa

Untuk diketahui, ada banyak tempat industri maupun usaha di Papua Barat namun Unipa memilih Koperasi Ebier Shut menjadi tempat usaha pertama menjalanakan program magang mahasiswas sejak program tersebut diluncurkan kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Berikut alasananya menurut Rektor Unipa, Meky Sagrim saat sambutan seremonial penyerahan mahasiswa berlangsung.

Kata Sagrim, karena pamor Kakao yang sedang dikelola Koperasi Ebier Shut Ransiki tersebut sedang naik atau sedang mendunia, sejak Pemkab Manokwari Selatan mengambil keputusan untuk membentuk koperasi Ebier Shut guna mengelola kembali kebun peninggalan PT Cokran itu.

“Hal yang paling penting adalah koperasi ini sedang bekerja keras, berkembang, dia punya pamor ini lagi mendunia,”tandas Sagrim.

Sehingga kata Sagrim, Unipa punya tanggung jawab untuk kemudian mendukung keberadaan kakao kebanggan orang Manokwari Selatan dan Papua Barat tersebut.

“Kakao-kakao yang ada ini peninggalan pada tahun 1980 an kemudain perusahan ini pergi. Yang ada ini bagaimana kita merawat dia. Tapi kan kita juga berusaha untuk membudidayakan juga yang baru, entah replanting atau buka lahan baru untuk kita tanam lagi. Itu upaya dari kita untuk bagaimana sustainability dari areal dari cokran ini berjalan. Kemudian produksi dari pasca kakao ini tetap kita jamin tetap berkelanjutan,”pungkas Sagrim. [LIO]

Related posts
Manokwari Selatan

Markus Waran Diundang Bank Indonesia Papua Barat Jadi Pembicara 

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bupati Manokwari Selatan Markus Waran di undang kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Papua Barat ke Kabupaten Tambrau, menjadi pembicara bagi petani Kopra…
Ekonomi & BisnisManokwari Selatan

Bank Indonesia Bantu Tiga Mesin Pengolahan Coklat Batangan kepada Koperasi Ebier Shut

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua Barat, menyalurkan tiga buah mesin senilai Rp.200 juta kepada rumah produksi pengolahan coklat batangan milik koperasi Ebier…
Manokwari Selatan

Gebrakan Kadis DLH, Mulai Jemput Sampah Rumah Tangga di Oransbari

1 Mins read
PENTUL, ORANSBARI-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari Selatan (Mansel) tengah mencari solusi mengatasi persoalan sampah di daerah tersebut. Kepala DLH Mansel Christofol Mandacan…
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *