NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Blokade Jalan Menuju Pegaf di Ransiki kembali Dibuka, Transportasi Normal Kembali

1 Mins read

PENTUL, MANSEL-Blokade jalan trans Papua Barat tepatnya persimpangan Manokwari Selatan menuju Pegunungan Arfak (Pegaf) di Ransiki kembali dibuka pada pukul 14.30 Wit.

Pantauan dilapangan , dibukanya blokade jalan tersebut berdasarkan kesepakatan bersama dalam pembicaraan antara Kepala Distrik Ransiki, Anwar Mandacan, Asisten I Pemkab Mansel, Jan Adiri Mandowen dengan masyarakat di lokasi blokade jalan, yang difasilitasi Polres Manokwari Selatan dibawa komando Kapolres, AKBP Slamet Termaud.

Menurut informasi, warga bersedia buka palang tersebut setelah ada konfirmasi dari dua perusahaan yang beroperasi di Ransiki yang menyatakan bersedia hampar jalan yang rusak tersebut.

Kepala Distrik Ransiki, Anwar Mandacan usai menyaksikan dibukanya blokade jalan menuturkan,

selaku kepala distrik dirinya hanya bisa melakukan koordinasi dan melakukan pendekatan dengan masyarakat.

“Kami Kabupaten tidak bisa menjawab. Karena ini merupakan jalan Provinsi, kita hanya bisa koordinasi keatas, ” ujarnya.

Anawar menambahkan, sebelum palang terjadi dirinya sudah bertemu dengan kepala kampung minta untuk tidak palang. Begitu juga sudah bertemu pimpinan perusahaan meminta dukungan.

“Perusahaan sudah bersedia. Kebetulan alat berat perusahan mereka masih di Anggi sehingga mereka belum bisa kerja. Tapi tadi mereka sudah terlanjur palang, “kata Anwar.

Setelah dibukanya palang, puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang sempat tertahan akhirnya dapat melanjutkan perjalanan dan transportasi normal kembali.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekelompok warga dari lima kampung yakni Hamor, Nuhuwei, Mambrema, Susmorof dan Yamboi memblokade jalan Trans Papua Barat menuju Pegunungan Arfak (Prgaf) atau tepatnya di simpang tiga antara Manokwari Selatan dan Pegaf di Ransiki, Selasa (5/20/2021) pagi.

Koordinator aksi, Lasarus Mandacan menegaskan bahwa palang tidak akan dibuka hingga ada jawaban dari pemerintah Provinsi Papua Barat.

“Yang palang ini perwakilan dari lima kampung. Kampung Hamor, Nuhuwei, Mambrema, Susmorof dan Yamboi. Kami minta bapa gubernur Papua Barat datang. Datang bawa langsung dengan alat berat untuk kerja (perbaiki) baru kita buka palang,” tegas Lasarus Mandacan kepada sejumlah wartawan di lokasi palang.

Akibat aksi blokade jalan ini, aktivitas transportasi baik menuju lima kampung, ke distrik Nenei maupun ke Pegunungan Arfak sempat lumpuh.(LIO)

Related posts
Manokwari Selatan

Disperindak kebut Fasilitas Penunjang Pasar Moses Anari

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagk) Manokwari Selatan (Mansel) tengah kebut percepatan pembangunan fasilitas penunjang Pasar Moses Anari di Kampung Waranggui,…
Manokwari Selatan

Pelayanan SIM masyarakat Manokwari Selatan Tunggu Nomor Satpas

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Polres Manokwari Selatan masih harus menunggu diterbitkannya nomor registrasi Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) dari Korlantas sebelum memulai pelayanan pembuatan SIM di…
Manokwari Selatan

Pemda Dukung Penguatan Parpol

1 Mins read
PENTUL, MANSEL– Wakil Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Wempi Rengkung menerangkan, Pemda Mansel akan terus berupaya melakukan penguatan pada tubun Parpol yang ada….
Power your team with InHype

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *