NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Pemda Maybrat Diminta Tingkatkan Perhatian Kepada Kontraktor Lokal

1 Mins read

PANTUL,MAYBRAT-Kontraktor lokal asli Papua yang tergabung dalam organisasi Kamar Adat Papua (KAP) Kabupaten Maybrat sejauh ini sudah mulai mendapatkan pos anggaran dan paket pekerjaan dari pemerintah Maybrat.

Kedepannya diharapkan pemerintah Maybrat terus meningkatkan perhatian sebagai bentuk keberpihakan dan pemberdayaan.

“Kami selaku pemuda dan sekaligus pengurus di tingkat Distrik, Kami rasa bahwa organisasi atau Lembaga KAP ini sangat bermanfaat bagi kami, oleh sebab itu kami minta supaya pemerintah kedepan terus berikan perhatian dengan anggaran yang banyak untuk memperdayakan pengusaha lokal melalui oraganisasi KAP. Kami masyarakat sangat dukung 100 persen oraganisasi ini,”harap Seorang Pemuda Kumurkek Raya, Aser Kocu, saat mengawasi pekerjaan peningkatan jalan di Kampung Esyo, Distrik Aifat, pada Jumat (27/11).

Menurut Aser, pemberdayaan terhadap kontraktor lokal hal yang wajib dan sudah saatnya mendapat perhatian serius oleh pemerintah daerah, sebab pengetahuan tentang situasi dan kondisi lokal setempat hanya dipahami oleh kontraktor lokal itu sendiri dalam mengatasi kendala pekerjaan.

“Mereka sendiri yang mengetahui masyarakat atau adat yang ada di masing-masing wilayah mereka di kabupaten Maybrat ini,”tandasnya.

Ketua KAP Kabupaten Maybrat, Obet Asmuruf menyampaikan ucapan terimakasih kepada pemda Maybrat atas kucuran anggaran sebesar Rp.890 juta pada APBD perubahan yang diposkan untuk Kamar Adat Papua (KAP), namun besaran anggaran itu menurutnya belum maksimal sesuai hitungannya jika didistribusikan ke empat zona wilayah adat seperti, Ayamaru, Aitinyo, Aifat, dan Mare, baik untuk pemberdayaan ekonomi maupun infrastruktur.

“Saya minta supaya kedepan untuk APBD 2021, untuk empat wilayah adat ini harus 10 persen dari APBD Maybrat, supaya 5 persen untuk ekonomi 5 persen lain untuk infrastruktur, itu yang saya minta,”pintannya.

Kehadiran KAP, menurutnya sudah resmi diamanatkan dalam undang-undang otonomi khusus tahun 2021 yang mana mengharuskan bahwa orang papua harus diperdayakan sesuai amat undang-undang tersebut.

“KAP adalah keturunan dari undang-undang Otsus, KAP ini anak sulung dari undang-undang Otsus, sudah didukung oleh perdasi dan perdasus, Pak Gubernur Papua dan Papua Barat, bahkan Presiden sudah mendukung penuh kehadiran KAP di tanah Papua,”tegas Obet, menutup. (Charles Fatie/MDR)

 

Related posts
Manokwari Selatan

Bangun Sinergi, Panwaslu Distrik Oransbari Sambangi Polsek Oransbari

2 Mins read
PENTUL,ORANSBARI- Pada Kamis, 26 Januari 2023, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan, Emanuel Nuba,SH bersama sejumlah anggotanya…
Manokwari Selatan

Pemda Mansel Lanjutkan Program Beras Jatah untuk PNS dari Oransbari

1 Mins read
PENTUL,MANSAEL-Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran akhirnya mengambil keputusan kembali lanjutkan program beras jatah bagi PNS dari beras lokal asal Oransbari. Keputusan…
Manokwari Selatan

Depan Bupati, Kornelia Koirewoa Sampaikan Masalah Penyaluran Beras Jatah PN

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Dalam pertemuan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), dipimpin Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, Kabag Umum Setda Manokwari Selatan, Kornelia Koirewoa berkesempatan…
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *