NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari Selatan

Bupati dan Wabup Mansel Pimpin Evaluasi Pelaksanaan Refocusing Anggaran

1 Mins read

PENTUL, MANSEL-Pemda Manokwari Selatan (Mansel) menggelar rapat evaluasi pelaksanaan refokusing anggaran guna mendukung penanganan pandemi covid-19.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Mansel, Rabu (16/6/2021).

Bupati Mansel Markus Waran menekankan, refokusing anggaran merupakan langkah yang harus diambil pemerintah pusat, untuk membiayai setiap program penanganan covid-19.

“Jadi termasuk juga biaya vaksinasi, serta program-program pemulihan ekonomi. Semua daerah kena dampak ini. Jadi kita juga di Mansel harus turut mendukung setiap langkah penanganan pandemi ini. Jadi mau tidak mau, harus kita lakukan,” tuturnya.

Dikatakan Waran, meski dengan adanya pemangkasan anggaran 15 persen di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Pemda Mansel akan tetap memaksimalkan setiap pelayanan kepada masyarakat.

“Memang keuangan kita sempat morat marit, apalagi kita sempat transisi dari Simda ke SIPD. Dan dengan kondisi keuangan yang ada, kita akan maksimalkan setiap pelayanan. Memang akan ada kekurangan, tapi kita harus laksanakan sebaik mungkin,” ujarnya.

“BPKAD untuk bisa memaparkan hasil dari refokusing. Hasil yang disepakati, akan ditindaklanjuti dengan Perbup. Karena kita tinggal punya sisa enam bulan lagi di 2021 ini,” sambungnya.

Sementara itu, Sekda Mansel Hengky Tewu menjelaskan, evaluasi refokusing ini dilaksanakan untuk mendengar masukan dari setiap OPD terkait pemangkasan anggaran.

“Karena ada pengurangan dana transfer dan jangan sampai ada yang keliru dalam penyusunan anggaran belanja, dan akhirnya ada yang mengeluh soal adanya kekurangan anggaran. Di sini kita tim anggaran tidak mengintervensi penyusunan anggaran setiap OPD. Mereka yang susun, kami hanya evaluasi,” jelasnya.

Lanjut Tewu, setiap OPD sudah melaksanakan refukusing anggaran.

“Semua OPD sudah (refokusing) memang secara presentasi tidak sama, karena ada OPD yang memang anggarannya terbatas, dan itu kebanyakan untuk memenuhi anggaran belanja pegawai. Jadi untuk belanja rutin itu kita tidak sentuh,” ucapnya.

Dijelaskan Tewu, kini pihaknya tengh merumuskan mandatory presentasi anggaran setiap OPD.

“Anggaran belanja sudah diuraikan, sekarang tinggal mandatory yang kita carikan jalan. Dalam mandatory itu Dinkes harus dapat 10 persen dari APBD, pendidikan dapat 20 persen, kampung harus 10 persen. Kalau kami tidak alokasikan seperi itu, pusat bisa tahan DAU kami,” tandasnya.(REDAKSI)

 

Related posts
Manokwari Selatan

Bangun Sinergi, Panwaslu Distrik Oransbari Sambangi Polsek Oransbari

2 Mins read
PENTUL,ORANSBARI- Pada Kamis, 26 Januari 2023, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan, Emanuel Nuba,SH bersama sejumlah anggotanya…
Manokwari Selatan

Pemda Mansel Lanjutkan Program Beras Jatah untuk PNS dari Oransbari

1 Mins read
PENTUL,MANSAEL-Bupati Manokwari Selatan (Mansel), Markus Waran akhirnya mengambil keputusan kembali lanjutkan program beras jatah bagi PNS dari beras lokal asal Oransbari. Keputusan…
Manokwari Selatan

Depan Bupati, Kornelia Koirewoa Sampaikan Masalah Penyaluran Beras Jatah PN

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Dalam pertemuan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda), dipimpin Bupati Manokwari Selatan, Markus Waran, Kabag Umum Setda Manokwari Selatan, Kornelia Koirewoa berkesempatan…
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *