NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Uncategorized

BPN Target Terbitkan Lima Ribu Sertifikat Lahan gratis di Mansel

1 Mins read

 

BPN Target Terbitkan Lima Ribu Sertifikat Lahan gratis di Mansel

 

PENTUL, MANSEL-Badan Pertanahan Nasional (BPN) target menerbitkan lima ribu sertifikat bidang lahan di Manokwari Selatan (Mansel) di 2021 ini.

 

Kepala Bidang Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Papua Barat Agung Murdhianto menerabgkab, sertifikasi lima ribu bidang lahan tersebut akan dibagi melalui dua program yakni Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) serta redistribusi.

 

“Kita kemarin ukur sepuluh ribu bidang lahan, tapi karena keterbatasan anggaran, tahun ini kita hanya bisa keluarkan sertifikat lima ribu bidang lahan. Nanti bidang lahan tersebut tersebar di empat kampung di wilayah Mansel,” tuturnya, saat pertemuan bersama sejumlah perangkat kampung, di Aula Pertemuan Setda Mansel, Selasa (13/7/2021).

 

Murdhianto menekankan, penerbitan sertifikat lahan tersebut seratus persen gratis.

 

“Mungkin pemilik lahan hanya keluar uang untuk foto kopi dokumen, maupun untuk menyiapkan materai pelengkap. Kita tidak pungut biaya apapun,” ucapnya.

 

Dia berharap adanya peran aktif para perangkat kampung serta tokoh masyarakat untuk bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat di kampung masing-masing.

 

“Yang lalu kita kumpulkan semua, tapi karena sekarang pandemi, kita hanya pertemuan dengan perangkat kampung. Jadi para perangkat kampung serta tokoh masyarakat harus meneruskan informasi ini kepada masyarakat di masing-masing kampung,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Kantor Pertanahan Manokwari Henry Sugiyanto Paru menjelaskan, peta bidang lahan yang akan diterbitkan sertifikatnya sudah diambil sejak 2020 lalu.

 

“Kita tindaklanjuti pemetaan lahan 2020 lalu, dengan penerbitan sertifikat lima ribu tahun ini. Sementara untuk sisa lima ribu yang kita petakan, sertifikatnya akan diterbitkan 2022,” ungkapnya.

 

Lanjut dia, data kepemilikan bidang lahan yang akan diterbitkan sertifikat jangan sampai tertukar, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

 

“Apalagi, jangan sampai ada lahan yang sudah dijual tapi belum lunas, terus di belakang jadi masalah ketika sertifikat keluar. Jadi diharapkan kesadaran dari setiap pemilik lahan, agar data kepemilikan tidak jadi persoalan baik yang sudah dijual, maupun masalah dalam internal keluarga,” tukasnya.(REDAKSI)

 

Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *