NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Pendidikan

Dampak Covid 19 juga Dirasakan Pemilik Distro di Ende

2 Mins read

Penulis Florianus Mosa (Mahasiswa Fakultas Pertanian Unflor Ende)  bersama narasumber. 


——————————————–

ENDE,FLORES-Pandeni Covid 19 yang sedang mendera dunia sejauh ini telah menggangu hampir setiap sendi kehidupan termasuk, memukul dunia usaha dan mengakibatkan pendapat pelaku usaha menurun atau berkurang dari biasanya.

Seperti yang dirasakan ibu Letri Setriani, pemilik Distro Undernside, narasumber yang sempat kami wawancara di salah satu tempat usahanya terletak di Jln. Patimura Ende, pada Jumat (22/10/2021) petang sekitar pukul. 19:39 Wita.

Saat diwawancara, ibu muda 28 tahun tersebut mengaku sangat merasakan dampak dari wabah covid 19 tersebut terhadap jualannya.

Perbandingan hasil penjualan sebelum dan setelah Covid cukup jauh.

“Pendapat kami setelah ada corona turun hingga 70 persen dari sebelumnya,”keluh Ibu asal Sumatra tersebut.

Sejak buka usaha distro selama tiga tahun di Maumere dan dua tahun terakhir di Ende, dia mengungkapkan baru pada masa pandemi Covid kali ini pemasukan keuangan mereka sangat terganggu.

Meski begitu, Dia bersama suami tidak patah semangat, tetap melakukan berbagai upaya termasuk menjual secara online. Sebisa mungkin agar bisnis mereka tetap eksis dan lolos dari dampak covid tersebut.

“Saya bersama suami telah menekuni usah ini selama 5 tahun dan baru 2 tahun menjalani usah ini di ende, sedangkan usaha yang di maumere juga sampai sekarang masih berjalan. Tapi akibat covid ini cukup kami merasakan dampaknya terhadap usaha kami baik di Ende dan Maumere, pendapat menurun jauh,”tutur nya.

Dia kembali menambahkan, dampak paling kuat terhadap jualan mereka adalah pada saat adanya penerapan PPKM oleh pemerintah.

“Sebelum pandemi tabungan ibu dan suami dulunya bisa jalan- jalan sama kelurga tapi kalau sekarang sudah jarang,”keluhnya lagi.

Dia berharap bencana Covid 19 ini cepat berlalu, dan pemerintah secepatnya mengumumkan Ende dan Flores umumnya bebas Covid 19.

“Harapannya cepat normal dan sudah tidak ada penerapan PPKM lagi. Kalau memang covid itu sudah tidak ada tolong bilang sudah tidak ada, kita yang perantau dan usaha begini setengah mati untuk bertahan hidup. Bisa di bilang hampir mati tapi kita saja yang berjuang jangan sampai tidak berjalan. Sehingga mau online, ofline kita jalani yang penting kita harus bertahan,”tukasnya.

Dalam wawancara itu Ibu Letri juga sempat menceritakan momen atau seluk beluk awal mula tiba di Flores, dan mulai merintis usaha hingga bertahan sampai hari ini.

“Kenapa usaha kami tetap bertahan sampai hari ini. Karena produk-produk yang kami jual berkualitas, sesuai style anak muda atau kekinian. Barang juga kami datangkan langsung dari Bandung dan daerah lain dari luar Flores. Pokonya barangnya bagus yang kami jual, sesuai selera anak muda lah, “pungkasnya.

Related posts
Pendidikan

Dari Bisnis Bumbu Dapur, Ibu Resty Ardianti dapat Menyekolahkan Anaknya

1 Mins read
Penulis Servasius Dahiba, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Flores (UNFLOR) .  ENDE,FLORES-Ulet menjalankan usaha menjual bumbu dapur siap pake, atau sudah diolah setengah…
Manokwari SelatanPendidikan

Tak Ada Pendaftaran Baru PPPK di 2021, Hanya Seleksinya Dilakukan Tiga Kali

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Kasubag Umum dan Kebegawaian Dinas Pendidikan Manokwari Selatan (Mansel) Derek Tapilatu menegaskan, pihaknya tidak membuka pendaftaran baru terkait penerimaan Pegawai Pemerintah dengan…
Manokwari SelatanPendidikan

Tantangan Bupati Waran kepada STKIP Muhammadiyah Oransbari agar Berdiri Sendiri

1 Mins read
Foto Rudy/Muhammadiyah PENTUL,ORANSBARI-Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran, ST., M. Si., memberi tantangan STKIP Muhammadiyah Kelas Oransbari agar berdiri sendiri tanpa berada…
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published.