NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Pendidikan

Dari Bisnis Bumbu Dapur, Ibu Resty Ardianti dapat Menyekolahkan Anaknya

1 Mins read

Penulis Servasius Dahiba, Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Flores (UNFLOR) . 

ENDE,FLORES-Ulet menjalankan usaha menjual bumbu dapur siap pake, atau sudah diolah setengah jadi (bubuk-red), ibu Resty Ardianti perantau asal Sumatra Barat dapat memenuhi kebutuhan keseharian keluarganya di kota Ende-Flores.

Berkat usahanya tersebut juga dapat membantu dirinya untuk biayai sekolah anaknya.

Dengan adanya kondisi pandemi Covid 19, kondisi keuangan tidak lagi sebaik dulu. Dirinya merasa keuangannya sangat terganggu, pendapat dari hasil jualan menurun drastis.

Hal ini diungkapkan ibu Resty Ardianti, saat dijumpai di tempat usahanya terletak di Jl. Gajah Mada, kelurahan Mbongawani, Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende pekan lalu.

Meski begitu Ibu Resty Ardianti mengaku tidak membuatnya kendor semangat. Justru, dengan tekanan terganggunya pemasukan akibat menurutnya daya beli konsumen justru memacu dirinya untuk lebih semangat dalam mengarungi kehidupan keluarganya dan agar api di dapurnya tetap mengebul setiap hari.

“Kurang lebih dua tahun ibu menjalankan usaha ini. Pemasukan ibu jujur saja lebih bagus saat awal-awal memulai usaha ini dibandingkan dengan saat ini akibat pandemi berkepanjangan,” tutur ibu 39 tersebut.

Ia bersyukur, masih ada berkat dari langganan setia yang masih belanja di tempatnya sejauh ini.

Ketika dikulik lebih jauh terkait niatnya sehingga menjatuhkan pilihan umembuka usaha bumbu dapur setengah jadi. Dia mengaku hal tersebut berawal dari dirinya melihat ada peluang. Dimana menurutnya saat ini masyarakat khususnya para konsumen di kota Ende, dengan kesibukan keseharian yang tinggi mereka (konsumen, red) lebih memilih bumbu yang siap pake atau instan tanpa harus mengolah lagi.

Di ujung wawancara kami, ibu Resty berharap bencana pandemi covid 19 ini cepat berlalu sehingga ekonomi masyarakat di Endek termasuk dirinya secepatnya pulih.

“Kadang hasil jualan ini mau bayar kontrak juga tidak sampai. Biaya sekolah anak dan biaya keseharian memang sangat sulit. Kita berharap pandemi ini cepat berlalu,” pungkasnya.

Related posts
Pendidikan

Dampak Covid 19 juga Dirasakan Pemilik Distro di Ende

2 Mins read
Penulis Florianus Mosa (Mahasiswa Fakultas Pertanian Unflor Ende)  bersama narasumber.  ——————————————– ENDE,FLORES-Pandeni Covid 19 yang sedang mendera dunia sejauh ini telah menggangu…
Manokwari SelatanPendidikan

Tak Ada Pendaftaran Baru PPPK di 2021, Hanya Seleksinya Dilakukan Tiga Kali

1 Mins read
PENTUL,MANSEL-Kasubag Umum dan Kebegawaian Dinas Pendidikan Manokwari Selatan (Mansel) Derek Tapilatu menegaskan, pihaknya tidak membuka pendaftaran baru terkait penerimaan Pegawai Pemerintah dengan…
Manokwari SelatanPendidikan

Tantangan Bupati Waran kepada STKIP Muhammadiyah Oransbari agar Berdiri Sendiri

1 Mins read
Foto Rudy/Muhammadiyah PENTUL,ORANSBARI-Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran, ST., M. Si., memberi tantangan STKIP Muhammadiyah Kelas Oransbari agar berdiri sendiri tanpa berada…
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published.