NEW!New top class exclusive digital courses Read More

Manokwari

Sastrawan Papua Senja Luncurkan Film Animasi 3D, Cerita Kota Emas

4 Mins read

PENTUL, MANOKWARI- Pemuda Pemudi Papua yang bergabung dalam Perkumpulan Sastra Papua Senja resmi meluncurkan film animasi tiga dimensi (3D), Tom dan Regi.

Filim ini diadaptasi dari Cerita Kota Emas karya I. S. Kinje, dalam rangka meningkatkan budaya sastra lisan Papua dan Pembentukan Karakter Anak – anak Papua, di Swiss Belhotel, Manokwari, Selasa (30/11).

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan dan Otsus, pada Setda Papua Barat, Ir. R. M. Thamrin Payapo menekan tombol sirene sebagai tanda di-launching-nya film animasi 3D Tom dan Regi Cerita Kota Emas.

“Kita ketahui bersama dan sudah turun temurun dari nenek moyang kita bahwa budaya adalah ciri khas untuk menyambungkan peradaban kita untuk injil yang masuk ke Tanah Papua,” kata Payapo dalam sambutan pembukanya.

Dikatakan Payapo, cerita pendek merupakan kisah pendek kurang dari 10 ribu kata yang memberikan kesan tunggal yang dominan dan mengisahkan pada suatu pokok disuatu situasi.

Cerita Kota Emas, sambung dia, merupakan cerita pendek lokal yang berada dari Papua khususnya di Teluk Wondama.

Gambaran cerita pendek kota emas, kata Payapo, diungkap oleh seorang zending berkebangsaan Jerman yang bernama I.S. Kinje.

“Cerita pendek kota emas menjadi bacaan wajib bagi murid Sekolah Rakyat (SR) Papua pada zaman Belanda. Secara garis besar, cerita kota emas menceritakan tentang bagaimana kondisi dan kenyataan sosial dan budaya kehidupan orang Papua serta bagaimana hubungan manusia sebagai suatu kesatuan hidup dan gambaran cerita kota emas tergolong dalam sastra tulis genre cerita pendek,” terang Payapo.

Sambung Payapo, cerita kota emas dikemasi dalam cerita anak – anak namun sarat dengan unsur budaya, kondisi kenyataan kehidupan sosial dari masyarakat Papua. Sastra anak merupakan sastra yang memakai bahasanya dan mudah dipahami oleh anak – anak yakni bahasa yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan pemahaman anak serta pesan yang disampaikan nilai – nilai moral dan pendidikan.

Ditambahkan Payapo, sastra anak pada aspek internal bersifat tertutup yaitu harus disesuaikan dengan perkembangan intelektual dan emosional anak.

Sastra anak hanya berupa jenis dari cerita kota emas namun, sastra anak tidak digunakan sebagai landasan teori atau cara kerja dari penelitian ini.

Masih menurut Payapo, dalam mencari unsur – unsur menarik untuk diangkat sebagai bahan kajian yakni cerita kota emas adalah karya sastra anak pertama yang ada di Papua.

Cerita Kota Emas ini juga berlatar daerah tetapi bukan cerita rakyat sebab, isi cerita tidak mengambarkan suatu suku atau suatu komunitas tertentu. Cerita kota emas ini ditulis oleh seorang yang sudah mengabdi lama dan juga disebut sebagai pahlawan tanpa jasa di Tanah Papua, secarah khusus judul cerita ini lebih difokuskan pada analisis bentuk dan fungsi cerita.

Karya I.S. Kenji menjadi sebuah karya untuk menunjukan arah bagi pembaca.
Dalam menangkap tujuan dari karya sastra itu dengan kata lain, jelas Payapo, bentuk dan fungsi merupakan kompas yang menunjukan arah sehingga pembaca tidak tersesat dan juga salah arah dalam memahami isi cerita dan makna yang bersifat tersirat.

Dijelaskannya, dalam Cerita Kota Emas ini melukiskan, sebuah kepercayaan yang sungguh akan keberadaan Tuhan sang pencipta langit dan bumi. Tuhan disebutkan oleh Tom dan Regi dengan Tuhan yang baik hal ini ditandai bahwa Tuhan yang Tom dan Regi percayai adalah Tuhan yang baik dan dapat memelihara kehidupan, penolong yang sejati dan sahabat yang sejati.

Tuhan yang baik juga, sambung Payapo, dipercayakan bahwa berdiam atau tinggal pada suatu tempat yang penuh kesukaan, kebahagiaan, serta pujian yang tidak hentinya, tutup Payapo.

Sementara Itu, Sutradara Film Animasi 3D Tom dan Regi, Merry Ch. Rumainum mengatakan, diawal tahun 2021 Perkumpulan Sastra Papua Senja mengikuti 3 tahapan seleksi program Fasilitasi Badan Kebudayaan (FBK) dari Direktorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Saat itu, kata Rumainum, pihaknya bersaing dengan 9 ribu tim kreatif seni dari seluruh Indonesia untuk mendapatkan bantuan dana hibah untuk mengerjakan projek seni.

Akhirnya Perkumpulan Sastra Papua Senja masukan dalam 150 peserta yang lulus dan mendapatkan dukungan dana dalam mengerjakan projek karya sani.

“Kita dari Perkumpulan Sastra Papua Senja masuk dalam 150 peserta yang lulus seleksi. Dari 150 peserta yang lulus hanya kami yang mengerjakan projek film animasi 3D. Sedangkan peserta kreator seni lainnya hanya melakukan seminar, pameran dan kegiatan lainnya,” kata Rumainum kepada para wartawan disela – sela acara launching film animasi tersebut.

Dikatakan Rumainum, pihaknya memilih produk karya seni film animasi 3D dikarenakan saat ini adalah era 4.0 yang mana sangat membutuhkan karya seni yang inovatif dan milenial dan mudah dipahami anak – anak Papua. Karena karya seni yang diproduksikan mengandung pendidikan berkarakter.

Disamping itu juga, pendekatan yang digunakan melalui media flim analimasi, Dimana film animasi ini mudah dipahami oleh anak – anak dan mereka bisa mengakses film ini kapan saja dan dimana saja lewat smartphone.

Diterangkan Rumainum, ada banyak cerita lokal di Papua dan Bapua Barat. Namun, dari sejumlah cerita lokal pihaknya memilih cerita Kota Emas Karya I.S. Kinje.

Karena, sambung dia, di dalam cerita Kota Emas sangat padat dengan nilai – nilai moral, mentalitas, nilai sosial dan nilai budaya yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk mengubah karakter generasi muda Papua.

“Kita lihat bahwa Papua dan Papua Barat sudah mengalami krisis mentalitas, maka sebagai anak muda Papua. Inilah kontribusi kita untuk memberikan solusi bagi adik – adik kita yang sudah dipengaruhi oleh pergaulan bebas, minuman keras (migas), lem aibon, narkoba dan lainnya. Lewat film ini diharapkan ada titik balik bagi mereka,” harapnya.

Dikatakan Rumainum, film animasi ini dibuat dalam 5 episode dan saat ini pihaknya hanya menanyangkan episode pertama dalam kegiatan launching ini dan untuk episode berikut ada distribusikan dan ditayangkan melalui media youtube maupun TV Lokal.

Lebih lanjut, kata Rumainum, dalam film ini ada 2 tokoh yang berbeda dimana, Tom berkulit putih dan berambut keriting. Sedangkan, sambung dia, Regi berkulit putih dan beramput lurus. Tetapi dalam film ini memperlihatkan bahwa warna kulit dan ras bukan menjadi ukuran. Tokoh Tom, kata Rumainum, adalah representasi dari Orang Asli Papua (OAP) dan Regi adalah Representasi dari orang – orang yang datang dari luar Papua untuk turut berkontribusi memajukan Tanah Papua dan kota emas sendiri adalah Sorga yang dimaksudkan oleh Tom dan Regi.

“Meskipun hitam dan keriting tetapi kita mempunyai perilaku yang diperankan oleh Tom yakni perilaku kesabaran, jujur, keiklasan, pemaaf, dan keiklasan, itulah yang kami harapkan agar anak – anak Papua bisa mencontohi karakter dari tokoh Tom. Sedangkan Regi sendiri adalah sahabat Tom yang memiliki karakter sombong, egois tetapi pada Regi juga memiliki karakter yang baik,” harapnya.

Ditambahkan Rumainum, latar film ini dimulai dari salah satu daerah di Papua yakni Teluk Wondama yang menjadi tempat mengabdi dari Bapak Zending I.S. Kenji.

Jadi cerita ini dimulai dari sinar indah yang dilihat oleh Tom dan Regi dan kemudian mereka mulai berpikir bahwa di dalam sinar itu pasti tempat yang indah yakni kota emas dan mereka ingin kesana.

Akhir dari film ini, kata Rumainum, Regi pergi dan ingin masuk dalam kota emas, tetapi tidak mengambil sahabatnya Tom. Sehingga, sambung dia, penjaga kota emas meminta Regi kembali membawa sahabatnya, barulah Regi dan Tom dapat masuk ke kota emas. Karena, untuk masuk ke kota emas harus memiliki hati yang bersih.

“Esensi dari film ini adalah mengajarkan anak – anak muda Papua dan kita semua harus hidup rukun, hidup saling memaafkan,” tandas Rumainum. [****/LIO]

Related posts
ManokwariManokwari Selatan

POSSI Papua Barat Bawa Pulang 2 Medali "Perunggu dan Perak"

1 Mins read
PENTUL, MANSEL-Turunkan empat atlit, POSSI Papua Barat berhasil membawa pulang dua medali pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Jayapura….
ManokwariManokwari Selatan

Masuk Daerah Miskin Ekstrim, Mansel Bakal 'Disentuh' Program Pusat

3 Mins read
PENTUL, MANOKWARI-Bupati Manokwari Selatan (Mansel) Markus Waran menerangkan, Mansel masuk dalam lima wilayah di Papua Barat yang dikategorikan daerah miskin ekstrim. Hal…
Manokwari

Sempat Cicip Coklat Ransiki, Politisi PDI-Perjuangan Sukur Nababan akan Dorong ke Komisi IV DPR RI

1 Mins read
PENTUL, MANOKWARI- Coklat Ransiki ikut dipamerkan pada pelaksanaan Rakeda PDI-P, di Aston Niu Hotel, Sabtu (9/10/2021). Langkah marketing ini kemudian mendapat dukungan…
Power your team with InHype
[mc4wp_form id="17"]

Add some text to explain benefits of subscripton on your services.

Leave a Reply

Your email address will not be published.